Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Ketua Pusat Kajian Anti Pencucian Uang Yunus Husein mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (24/9/2015). Kedatangannya bukan untuk mengunjungi tahanan kasus korupsi terkait hari raya Idul Adha, lalu soal apa?
"Saya cuma ahli saja, mau diskusi dengan penyidik KPK tentang pencucian uang," kata mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.
Seperti diketahui, KPK saat ini menangani beberapa kasus dugaan tindak pidana pencucian uang, di antaranya kasus mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, Tubagus Chaeri Wardhana (adik kandung mantan Gubernur Banten Atut Chosiyah), dan Fuad Amin Imron.
Namun, Yunus Husein belum mengetahui dalam diskusi nanti, apakah akan membicarakan kasus-kasus tersebut atau tidak.
"Ya bisa iya, bisa nggak (tentang TPPU Nazaruddin)," katanya.
Terkait kasus TPPU terdakwa Nazaruddin dalam proyek wisma atlet dan pembangunan gedung serbaguna PON Riau yang belum selesai, kata Yunus, bisa saja hal itu karena keterbatasan waktu.
"KPK ada keterbatasan waktu untuk menyidik kasus dan kasusnya kan complicated, di situ juga ada banyak orang, jadi diselesaikan dulu korupsinya, nanti baru berikutnya mungkin dilihat kesulitannya ada nggak," katanya.
"Saya cuma ahli saja, mau diskusi dengan penyidik KPK tentang pencucian uang," kata mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.
Seperti diketahui, KPK saat ini menangani beberapa kasus dugaan tindak pidana pencucian uang, di antaranya kasus mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, Tubagus Chaeri Wardhana (adik kandung mantan Gubernur Banten Atut Chosiyah), dan Fuad Amin Imron.
Namun, Yunus Husein belum mengetahui dalam diskusi nanti, apakah akan membicarakan kasus-kasus tersebut atau tidak.
"Ya bisa iya, bisa nggak (tentang TPPU Nazaruddin)," katanya.
Terkait kasus TPPU terdakwa Nazaruddin dalam proyek wisma atlet dan pembangunan gedung serbaguna PON Riau yang belum selesai, kata Yunus, bisa saja hal itu karena keterbatasan waktu.
"KPK ada keterbatasan waktu untuk menyidik kasus dan kasusnya kan complicated, di situ juga ada banyak orang, jadi diselesaikan dulu korupsinya, nanti baru berikutnya mungkin dilihat kesulitannya ada nggak," katanya.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Ahli Perbankan: NCD Terbit Setelah Dana Masuk ke Bank
-
Kala Kasus Korupsi Akil Mochtar Diungkit Kembali di Sidang Haris-Fatia
-
Jaksa Protes, Minta Hakim Batalkan Pemeriksaan Eks Kepala PPATK Sebagai Saksi Meringankan Haris-Fatia
-
Mantan Kepala PPATK Yunus Husein Diperiksa Di Sidang Haris-Fatia Vs Luhut
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis