Suara.com - Sebanyak 3 orang warga negara Indonesia (WNI) yang telah bermukim di Arab Saudi dan bekerja di perusahaan Grup Bin Ladin ikut menjadi korban dalam tragedi Mina, Kamis (24/9/2015) pagi lalu. Sebelumnya ada 19 korban yang berangkat dari Tanah Air.
"Kami mengidentifikasi jamaah haji dari warganegara Indonesia yang bermukim di Arab Saudi yang menjadi korban dalam musibah tersebut," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Arsyad Hidayat, di Mekkah, Arab Saudi, Minggu dini hari.
Tiga WNI tersebut yakni Akhmad Jamhuri bin Hisyam dengan nomor iqomah 2362046928, Wartoyo Usman Kalib dengan nomor iqomah 2389005337 serta Asdinur Sanuri Hamzah dengan nomor iqomah 2381436951.
"Nomor Iqomah adalah nomor identitas WNI yang tinggal di Arab Saudi. Ketiganya tercatat bekerja di Perusahaan Bin Ladin," kata Arsyad.
Jenazah jamaah haji WNI yang bermukim di Arab Saudi itu, lanjut Arsyad , akan diurus oleh Perwakilan Indonesia di Arab Saudi, bukan oleh Panitia Penyelenggara Haji Indonesia.
Ditanya soal kemungkinan jenazahnya ketiganya akan dipulangkan ke Indonesia, Arsyad mengatakan umumnya mereka yang meninggal di Tanah Suci dimakamkan di sana.
"Jumlah korban cedera dan dirawat di rumah sakit Arab Saudi masih sama dengan informasi kami sebelumnya, yaitu sebanyak 6 orang," kata Arsyad.
Berikut 5 jamaah yang ditemukan di pemulasaran jenazah di Al Mu'ashim:
1. Nero Sahi Astro, kloter SUB 48 (Surabaya) nomor paspor B1225386
2. Rochmani Pawiroredjo Karsodikromo, kloter SUB 61 (Surabaya) nomor paspor B1045049
3. Siti Muanifah Zainudin Sahlan, kloter SUB 61 (Surabaya) nomor paspor B1469941
4. Rasno Asyidik Kardan, kloter JKS 61 (Jakarta-Bekasi) nomor paspor B0745304
5. Sri Prabandari Markani, kloter SOC 62 (Solo) nomor paspor B0875692. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
-
Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis
-
Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia