Suara.com - Ribuan calon penumpang di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, terlantar setelah 36 penerbangan mengalami gangguan akibat kabut asap pekat kebakaran hutan dan lahan.
Penumpang menumpuk di ruang tunggu keberangkatan lantai dua Bandara SSK II. Selain di ruang tunggu, tampak ratusan penumpang juga terlantar di pintu masuk Bandara.
Pembatalan penerbangan ini merupakan imbas dari kabut asap pekat yang menyelimuti bandara yang membuat jarak pandang berkisar 50 meter hingga 300 meter.
"Hingga siang ini terdapat 36 jadwal penerbangan dibatalkan akibat cuaca yang memburuk," kata Manager Bandara SSK II Pekanbaru yang tengah bertugas, Hasnan di Pekanbaru, Minggu (27/9/2015).
Hasnan mengatakan, setiap harinya Bandara SSK II Pekanbaru melayani 8.000 penumpang.
"Ada sekitar 8.000 penumpang yang datang dan pergi setiap harinya," ujarnya.
Dengan dibatalkannya puluhan penerbangan itu, para calon penumpang kemudian memilih untuk melakukan pengembalian tiket (re-fund) dan penjadwalan ulang (re-schedule). Tampak antrian penumpang mengular di ruang keberangkatan hingga mencapai 20 meter.
Salah seorang calon penumpang yang merupakan warga Malaysia, Ibrahim, mengatakan dirinya bersama anaknya harus segera kembali ke negaranya setelah kabut asap terus memburuk.
"Saya ke sini mau antarkan anak kuliah, tapi kabut asap memburuk memaksa kami kembali ke Malaysia. Sekarang kami tidak dapat kembali karena pesawat tak dapat terbang," ujarnya kepada Antara.
Untuk itu ia berencana akan menjadwal ulang penerbangan. Namun ia mengatakan jika tidak memungkinkan dirinya memilih menggunakan jalur laut melalui Dumai.
Hal yang sama disampaikan oleh calon penumpang lainnya, Herman, yang mengatakan telah menunggu selama tiga jam untuk keperluan penjadwalan ulang.
"Saya harus ke Batam hari ini untuk bekerja Senin besok. Dari jam 10.00 WIB antri, mudah-mudahan bisa di jadwal ulang secapatnya. Kalau tidak mungkin bakal pakai Ferry ke Batam," ujarnya.
Berita Terkait
-
Avtur Mahal dan Dolar Naik: Mengapa Maskapai Disalahkan?
-
Ancaman El Nino Sangat Kuat, Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Akurat Mitigasi
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Polda Jatim Bongkar Kasus Peretasan Ratusan Website Sekolah untuk Promosi Judi Online
-
Semangat Brasil di Dunia Fashion, Dari Pantai Copacabana hingga Hutan Tropis Jadi Inspirasi Gaya
-
5 Shio yang Menarik Keberuntungan pada 31 Juli 2026, Apakah Kamu Masuk?
-
Dana Pihak Ketiga Melonjak, Efisiensi Biaya Bikin BRI Makin Perkasa
-
Rektor UMY: URI Bisa Picu Perebutan Dosen dan Gerus Anggaran Pendidikan
-
Bukan Buang Uang, Bea Cukai Ungkap Alasan Pabrik Sawit Dapat Fasilitas Khusus Kawasan Berikat
-
Manfaatkan Kepercayaan Majikan, ART di Solo Diduga Curi Uang dan Perhiasan
-
5 Sunscreen Anti Aging Terbaik untuk Mencegah Kerutan di Usia 30-an sesuai Review dan Harga
-
Febri Diansyah Sebut Penahanan Eks Jampidsus Tak Sah, Bakal Ajukan Praperadilan?
-
Dinamika Pasar Aset Kripto Warnai Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) pada Kuartal II-2026