Suara.com - Tim kuasa hukum dari LBH APIK (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan), Uli Pangaribuan, menilai pernyataan anggota DPR dari Fraksi PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Fanny Safriansyah (Ivan Haz), tidak sesuai kenyataan yang ada. Dalam jumpa pers di kantor Fraksi PPP, Gedung Nusantara I DPR, Jumat (9/10/2015) Ivan menuturkan luka yang ada di tubuh Toipah pekerja rumah tangganya, merupakan perlakuan kasar majikan sebelumnya.
"Bohong itu semua, omongan Ivan dalam konferensi pers kemarin (9/10/2015), kami nonton di televisi, itu semuanya nggak benar," ujar Uli saat dihubungi suara.com, Sabtu (10/10/2015).
Menurut Uli, ia menghormati pernyataan dan bantahan Ivan mengenai kekerasan yang dialami Toipah karena ini merupakan hak seseorang dalam menanggapi tuduhan tersebut. Namun, pihaknya akan menunggu hasil penyelidikan aparat hukum.
"Itu hak dia mau komentar apa apa, yang penting proses hukumnya biar berjalan, biar polisi melakukan penyelidikan, hasilnya nantinya bisa dibuktikan siapa yang salah," kata Uli.
Mengenai luka di kuping Toipah, Ivan juga menggangap luka tersebut, diakibatkan karena bisul yang pecah akibat jatuh melompat pagar. Uli menegaskan, luka di tubuh Toipah sudah dilakukan visum yang nantinya menjadi bukti atas kekerasan yang dilakukan anak mantan Wakil Presiden Hamzah Haz.
"Itu kan sudah divisum, emang kita nggak tahu mana bisul dan mana luka pukulan. Dia tetap bilang kalau luka di kupingnya itu gara bisul pecah, biar kan saja di ngomong begitu, nanti kan kita buktikan di kepolisian," jelas Uli.
"Kita sudah menebak, kalau dia ( Ivan) menyangkal semuanya, kan nanti dibuktikan di kepolisian. Yang penting kita sudah laporan, mana ada pelaku mau ngaku," tandasnya.
Toipah melaporkan Ivan Haz dan Amna ke polisi dengan tuduhan tindak pidana kekerasan fisik dalam rumah tangga dengan pasal 44 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
"Korban juga mengaku pernah dipukul dengan kaleng obat nyamuk sampai berdarah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal di kantornya, Jumat (2/10/2015).
Tag
Berita Terkait
-
Ketika Rumah Tak Lagi Ramah: Anak yang Tumbuh di Tengah Riuh KDRT
-
Anggota TNI Habisi Istri Pakai Sangkur di Deli Serdang, Jeritan Histeris Gegerkan Warga
-
Anaknya Dilempar ke Sungai, Istri Penggal Suami
-
Mengenal Beragam Bentuk KDRT, Tak Terbatas pada Kekerasan Fisik Saja
-
Dialami Paula Verhoeven, Mengenal 4 Bentuk KDRT Menurut Hukum
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan