Suasana kota Pekanbaru, Riau pada Senin (14/9). (Antara/Rony Muharman)
Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mengeluarkan instruksi meliburkan semua siswa setempat pada segala jenjang pendidikan untuk dua hari mendatang karena kualitas udara Pekanbaru berstatus berbahaya.
"Siswa semua tingkat kami liburkan pada Selasa dan Rabu, 20-21 Oktober," kata Kadisdik Pekanbaru Prof Zulfadil di Pekanbaru, Senin.
Menurut Prof Zulfadil, kebijakan meliburkan siswa ini berdasarkan rapat dan kesepakatan antara Disdik Provinsi Riau dan Kabupaten/Kota.
"Setelah mencermati kondisi udara pada Senin, 19 Oktober pukul 15.00 WIB berada pada kategori berbahaya," tuturnya.
Ia mengatakan, keputusan meliburkan ini juga atas izin Kadisdik Provinsi Riau, dan Wali Kota Pekanbaru.
"Jika awalnya yang diliburkan hanya siswa PAUD, namun belakangan semua tingkat ikut libur," tuturnya.
Namun demikian instruksi ini tidak berlaku bagi sekolah yang memiliki pendingin dan pembersih udara dari kabut asap. Boleh masuk sekolah dan belajar seperti biasa.
"Tetapi saat berangkat dan pulang dari sekolah harus menggunakan masker," tegasnya.
Sekolah dan para orangtua diminta mengawasi anak mereka. Agar tetap berada di dalam ruangan dan kalau keluar ruangan wajib gunakan masker.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Sugarin mengatakan bahwa kabut asap di Riau diakibatkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatra Selatan. Satelit Terra dan Aqua menemukan 141 titik panas di Sumsel dari 153 titik panas di Sumatra.
"Selain di Sumsel, di Jambi dan Lampung, masing-masing terpantau empat titik, di Bangka Belitung tiga titik dan di Riau satu titik," tambahnya.
Menurutnya hujan tidak turun selama dua minggu hingga membuat kabut asap kembali menebal. Hujan dinilai paling efektif mengusir kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan.
"Dua minggu lalu, hujan selama beberapa hari, meski tidak deras," sebutnya.
Kabut asap ini juga membuat jarak pandang di Pekanbaru lebih parah dibandingkan dengan beberapa hari belakangan.
Sugarin mengatakan jarak pandang di Pekanbaru hanya 100 meter. Kabut asap mengganggu seluruh penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II.
Sejumlah wilayah Riau terpantau diselimuti asap pekat. Selain Pekanbaru, kabut asap pekat juga menyelimuti Rengat Kabupaten Indragiri Hulu yang menyebabkan jarak pandang berkisar 50 meter.
Sementara itu, di Pelalawan kabut asap menyebabkan jarak pandang hanya 100 meter dan Dumai 400 meter. Selanjutnya sejumlah daerah di Riau dikabarkan turut diselimuti asap pekat yakni Bengkalis dan Siak. (Antara)
"Siswa semua tingkat kami liburkan pada Selasa dan Rabu, 20-21 Oktober," kata Kadisdik Pekanbaru Prof Zulfadil di Pekanbaru, Senin.
Menurut Prof Zulfadil, kebijakan meliburkan siswa ini berdasarkan rapat dan kesepakatan antara Disdik Provinsi Riau dan Kabupaten/Kota.
"Setelah mencermati kondisi udara pada Senin, 19 Oktober pukul 15.00 WIB berada pada kategori berbahaya," tuturnya.
Ia mengatakan, keputusan meliburkan ini juga atas izin Kadisdik Provinsi Riau, dan Wali Kota Pekanbaru.
"Jika awalnya yang diliburkan hanya siswa PAUD, namun belakangan semua tingkat ikut libur," tuturnya.
Namun demikian instruksi ini tidak berlaku bagi sekolah yang memiliki pendingin dan pembersih udara dari kabut asap. Boleh masuk sekolah dan belajar seperti biasa.
"Tetapi saat berangkat dan pulang dari sekolah harus menggunakan masker," tegasnya.
Sekolah dan para orangtua diminta mengawasi anak mereka. Agar tetap berada di dalam ruangan dan kalau keluar ruangan wajib gunakan masker.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Sugarin mengatakan bahwa kabut asap di Riau diakibatkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatra Selatan. Satelit Terra dan Aqua menemukan 141 titik panas di Sumsel dari 153 titik panas di Sumatra.
"Selain di Sumsel, di Jambi dan Lampung, masing-masing terpantau empat titik, di Bangka Belitung tiga titik dan di Riau satu titik," tambahnya.
Menurutnya hujan tidak turun selama dua minggu hingga membuat kabut asap kembali menebal. Hujan dinilai paling efektif mengusir kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan.
"Dua minggu lalu, hujan selama beberapa hari, meski tidak deras," sebutnya.
Kabut asap ini juga membuat jarak pandang di Pekanbaru lebih parah dibandingkan dengan beberapa hari belakangan.
Sugarin mengatakan jarak pandang di Pekanbaru hanya 100 meter. Kabut asap mengganggu seluruh penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II.
Sejumlah wilayah Riau terpantau diselimuti asap pekat. Selain Pekanbaru, kabut asap pekat juga menyelimuti Rengat Kabupaten Indragiri Hulu yang menyebabkan jarak pandang berkisar 50 meter.
Sementara itu, di Pelalawan kabut asap menyebabkan jarak pandang hanya 100 meter dan Dumai 400 meter. Selanjutnya sejumlah daerah di Riau dikabarkan turut diselimuti asap pekat yakni Bengkalis dan Siak. (Antara)
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target