Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menolak disebut sebagai pemimpin yang antikritik. Hal ini menyusul kritik keras yang menyasarnya setelah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 228 Tahun 2015 yang mengatur tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka. Pergub yang membatasi waktu dan tempat unjuk rasa ini dianggap mengekang kebebasan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Dalam pergub di antaranya mengatur demonstran tidak boleh menggunakan pengeras suara melebihi 60 DB.
Pergub juga mengatur demonstrasi hanya boleh di tiga tempat yaitu Parkir Timur Senayan, Alun-alun Demokrasi DPR/MPR RI, dan Silang Selatan Monumen Nasional.
"Bukan (nggak boleh demo di Balai Kota), itu kan undang-undang yang mengatur, ini kan Wakil Presiden area ring satu," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (6/11/2015).
"Saya malahan menawarkan kepada mereka kalau kamu demo butuh mediasi. Kan nggak ada tempat nih, boleh di Balai Kota. Aku undang," katanya.
Ahok mengatakan selama terbuka menerima keluhan warga Jakarta.
"Saya adalah gubernur yang selalu terbuka kapan pun . Apalagi kalau kalau datang pagi-pagi jam setengah 8 (warga) satu-satu saya tanya masalahnya apa, padahal dia bisa SMS, tapi dia nggak puas. Saya dengerin keluhannya," kata Ahok.
"Ada nggak yang protes marah-marah? ada. Banyak juga yang protes , siapa yang bilang saya anti kritik, itu ngarang aja," Ahok menambahkan.
Sebelumnya anggota DPRD DKI dari Gerindra Prabowo Soenirman menuding Ahok antikritik.
"Bisa jadi Ahok sudah sampai pada taraf anti kritik. Kalau dikritik di demo terus-terusan elektabilitasnya melorot," kata Prabowo dihubungi wartawan.
Prabowo mengaku tidak heran kalau banyak masyarakat protes setelah terbit Pergub 228.
"Ya sah-sah saja spekulasi begitu (Ahok anti demokrasi) apalagi ini menyangkut sudah dekatnya pemilukada DKI 2017 nanti," kata Prabowo.
"Sekarang gini, dengan pembatasan tempat seperti di Pergub apakah sampai aspirasi dan tuntutan yang akan disampaikan. Contohnya kalau demo Gubernur di HI kan enggak nyampe tuh aspirasi," tambah Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda