Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalau mendukung keinginan Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat. Hal ini bertujuan agat sampah warga Jakarta yang dibuang di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu, Bantargebang, Bekasi masih dapat dilakukan.
"Tapi intinya kita pasti dukung Bekasi juga, termasuk bikin jalan baru mau dibagusin yang lama," ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama usai penyerahan secara simbolis SK CPNS Kategori II di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2015).
Ketika ditanya apakah hari ini jadi bertemu dengan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk membicarakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi DKI dengan Bekasi, Ahok masih belum tahu.
"Ketemu Bekasi saya enggak tahu hari ini jadi enggak, Pak Sekda (Sekretaris Daerah DKI Saefullah) yang mengatur," kata Ahok.
Selain itu pemprov DKI dikatakan Ahok juga akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Terlebih setelah mereka menawarkan sebagian sampah warga Jakarta dibuang ke Tempat Pengelolaan Pembuangan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo.
"Bogor juga sama. Kita kan ada payung mitra praja utama jadi kita bisa memberikan bantuan uang APBD kepada wilayah yang masuk ke dalam itu. Itu yang mau kita lakukan. Bantargebang tetap jalan, yang Bogor juga kita siapkan," jelas Ahok.
Berita Terkait
-
Belajar dari Nuanu: Bagaimana Kawasan Wisata Kurangi Sampah Sebelum Menumpuk di TPA?
-
Romantisasi Thrifting: Tren Hijau atau Eksploitasi Sampah?
-
Sering Dianggap Beban, Mengapa Pengelolaan Sampah Perlu Dianggap Sebagai Investasi?
-
Atasi Masalah Ini, Mahasiswa KKN Alternatif 104 UAD Sukseskan Program Bank Sampah di Sorosutan
-
Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
Terkini
-
Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!
-
Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi
-
Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?
-
Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli
-
Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta
-
ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun
-
Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi
-
Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan