Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti [suara.com/Welly Hidayat]
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan polisi sudah mengantongi sejumlah nama saksi yang berpotensi menjadi terduga kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap murid SMP bernama Adinda Anggia Putri (12).
"Kami tarik lagi keluar kaitannya dengan lokasi beberapa terduga saksi yang potensi untuk menjadi terduga pelaku yang terkoneksi dari beberapa TKP dan sedang dilakukan pendalaman," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/11/2015).
Adinda, sebelum ditemukan tak bernyawa di area Perhutani Petak 17, RPH Tenjo, Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dia dinyatakan hilang.
Kecurigaan polisi terhadap beberapa saksi tersebut didasarkan dari hasil penelusuran olah tempat kejadian perkara di beberapa lokasi.
Krishna belum mau menyebutkan berapa banyak saksi yang berpotensi menjadi terduga pelaku.
"Nggak bisa disebutkan berapa. Orang dewasa," katanya.
Penyidik, katanya, sekarang sedang menunggu hasil DNA untuk kemudian dicocokkan dengan orang-orang yang dicurigai itu.
"Kami menunggu hasil DNA apabila hasilnya menunjukkan hasil yang identik dengan salah satu diantara beberapa potensial suspect yang kami sedang dalami, maka lanjut kami melakukan upaya paksa," katanya.
"Insya Allah kalau hasilnya keluar kami berdoa hasilnya identik, kalau nggak identik kami cari bukti lain untuk terduga lain yang kita dalami, kaitannya sudah kita tarik. Kami butuh alat bukti untuk menetapkan orang jadi tersangka," katanya.
"Kami tarik lagi keluar kaitannya dengan lokasi beberapa terduga saksi yang potensi untuk menjadi terduga pelaku yang terkoneksi dari beberapa TKP dan sedang dilakukan pendalaman," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/11/2015).
Adinda, sebelum ditemukan tak bernyawa di area Perhutani Petak 17, RPH Tenjo, Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dia dinyatakan hilang.
Kecurigaan polisi terhadap beberapa saksi tersebut didasarkan dari hasil penelusuran olah tempat kejadian perkara di beberapa lokasi.
Krishna belum mau menyebutkan berapa banyak saksi yang berpotensi menjadi terduga pelaku.
"Nggak bisa disebutkan berapa. Orang dewasa," katanya.
Penyidik, katanya, sekarang sedang menunggu hasil DNA untuk kemudian dicocokkan dengan orang-orang yang dicurigai itu.
"Kami menunggu hasil DNA apabila hasilnya menunjukkan hasil yang identik dengan salah satu diantara beberapa potensial suspect yang kami sedang dalami, maka lanjut kami melakukan upaya paksa," katanya.
"Insya Allah kalau hasilnya keluar kami berdoa hasilnya identik, kalau nggak identik kami cari bukti lain untuk terduga lain yang kita dalami, kaitannya sudah kita tarik. Kami butuh alat bukti untuk menetapkan orang jadi tersangka," katanya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah