Suara.com - Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar Setya Novanto dihadapan petinggi dan para pimpinan partai politik yang tergabung dalam Kolaisi Merah Putih membeberkan soal rekaman yang beredar ke publik. Dalam rekaman itu ada tiga orang yang bicara, salah satunya diduga isi suara dari Setya Novanto, pengusaha minyak, dan pimpinan PT. Freeport Indonesia.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan, setelah petinggi KMP yang kumpul di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang berada di kawasan Hambalang, Sentul, Bogor, pada Jumat (20/11/2015) malam itu menyimpulkan kalau isi percakapan yang beredar sudah banyak editan
"Pak Setya Novanto menyampaikan kronologisnya seperti apa dan di situ jelas apa yang dijelaskan Novanto kabarnya juga ada rekaman itu sudah banyak editannya dan ada yang digelapin dan sebaginya," kata Fadli saat diskusi bertajuk "Freeport Bikin Repot" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/11/2015).
Untuk itu ia menduga dalam persoalan Freeport, Setya Novanto dijebak oleh Direktur Utama PT Freeport Maroef Sjamsoeddin. Terlebih dia pernah menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen Negara dari tahun 2011 hingga 2014.
"Kesimpulan kita adalah ini semacam jebakan stick operation. Stick operation biasa dalam hal inteljen, Dirut Freeport ini juga mantan orang inteljen maka menggunakan cara-cara seperti ini," katanya.
Fadli yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebutkan kalau Dirut Freeport melakukan cara-cara yang tidak etis untuk menjebak seseorang, seperti halnya merekam suara percakapan dan disebar luaskan.
"Ini kalau di Amerika jadi sekandal besar dan yang bersangkutan hari itu juga pasti akan dipecat. Jadi saya kira apa yang dilakukan Dirut PT Freeport satu kesalahan yang kuat," jelas Fadli.
Fadli menjelaskan awal mulanya isi percakapan tersebut tersebar luas bermula dari Direktur Utama Freeport Maroef Sjamsoeddin yang datang menemui Setya Novanto di Gedung DPR pada tanggal 27 April 2015 lalu.
Kehadiran Maroef untuk meminta bantuan ke Setya Novanto agar dapat meyakinkan pemerintah untuk memperpanjang kontrak karya dengan Freeport. Namun sayangnya dalam pertemuan itu kontrak karya Freeport tidak dapat diperpanjang karena bertentangan dengan undang-undang.
"Kemudian terakhir bulan Juli 2015 di dalam pembicaraan itu dibawa lah seorang pengusaha. (Ternyata) di dalam itu jebakan (menaruh alat perekam), dan dalam pembicaraan itu tidak ada pembicaraan sedikit pun minta saham," katanya.
Menurut Fadli dalam transkip percakapan antara Setya, pengusaha minyak dan Dirut Freeport tidak tidak ada yang menyebutkan kalau Ketua DPR minta imbalan.
"Buktikan saja, buka kalau benar itu (Setnov minta imbalan), dan nggak ada pencatutan nama Presiden (Joko Widodo). Ada pengusaha itu ngomong saran-saran misal Pak Jokowi disebut 11 persen, Pak JK 9 persn itu yang ngomong orang lain," katanya.
Berita Terkait
-
Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua
-
Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026
-
PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan
-
Perusahaan Indonesia dan AS Teken 11 Kesepakatan Bisnis Senilai Rp648 Triliun
-
HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik
-
4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel