Suara.com - Terpidana 15 tahun penjara kasus pembalakan liar dan pencucian uang Labora Sitorus kembali mengalami sakit di Lembaga Pemasyarakatan Kota Sorong, Papua Barat.
Kepala Lapas Kota Sorong Maliki Hasan di Sorong, Selasa (23/11/2015) kemarin, mengatakan bahwa Labora mengalami yang cukup parah, yakni gejala jantung, hipertensi dan diabetes, sehingga butuh perawatan intensif.
Maliki mengakui bahwa Labora dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina dan sempat menjalani perawatan selama sepekan. Kemudian yang bersangkutan diizinkan menjalani terapi di kediamannya sambil dikawal oleh petugas.
"Labora diizinkan menjalani terapi di luar karena fasilitas untuk terapi penyakit yang dialami yang bersangkutan itu belum ada di Lapas," katanya.
Ditemui terpisah, Direktur Rumah Sakit Pertamina Kota Sorong dr Richard Senduk membenarkan bahwa Labora dirawat secara intensif selama sepekan karena mengalami komplikasi penyakit.
Ditambahkan, ada tiga jenis penyakit Labora Sitorus yakni diabetes, hipertensi dan gejala jantung sehingga yang bersangkutan butuh perawatan yang intensif.
Sebelumnya, Labora Sitorus mengalami stroke sehingga diijinkan pihak Lapas Kota Sorong untuk menjalani terapi dengan metode oksigen di Rumah Sakit Raja Ampat. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya
-
Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
-
Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri
-
Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
-
Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital
-
KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif
-
Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo
-
Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati