Suara.com - Kantor DPP Golkar yang beralamat di Jalan Anggrek Neli Murni 11A, Slipi, Jakarta Barat, tampak sepi, Sabtu (2/1/2015). Kantor ini sepi pascavakumnya partai berlambang beringin itu.
Golkar dinyatakan vakum karena surat kepengurusan Menteri Hukum dan HAM Yasona H Laoly yang mencabut surat keputusan dualisme Golkar sebelumnya.
Pantauan di lokasi, sejumlah gedung di Kantor ini digembok dan dirantai. Ada juga yang dikunci. Ada dua gedung yang digembok yaitu gedung utama dan aula. Sisanya dibuka, tapi listriknya padam.
Meski tampak sepi, kantor ini masih dirawat. Ada petugas kebersihan yang membersihkan sampah, baik sampah rumah tangga, rumput liar, dan geguguran daun.
"Sekarang kantor sepi. Makannya putus listrik, putus apa, karena memang tidak ada yang urus. Silakan liat, itu sepi, sudah kaya tempat hantu buang anak," kata Ketua DPP Golkar Munas Jakarta Leo Nababan dihubungi suara.com.
Kantor DPP ini memang sempat ditempati Golkar Kubu Munas Jakarta beberapa waktu. Namun, Leo menegaskan, pascaputusan MenkumHAM kantor ini langsung sepi karena partai berlambang beringin ini dinyatakan vakum. Dia pun berharap, dua kubu Golkar bisa kembali duduk bersama supaya Golkar kembali berkancah.
"Ini nggak ada kata lain, mari kesadaran dari elit partai baik kubu Aburizal Bakrie, dan Agung Laksono untuk duduk bersama, untuk Munas bersama. Hasilnya, untuk memberikan keputusan yang terbaik. Tapi saya saran, tolong yang tua-tua mundur saja agar partai ini sesuai dengan koridor keanakmudaan karena partai lain muda-muda. Atau kita ingin jadi dinosaurus, yang tinggal nama," kata Leo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Febrie Adriansyah Belum Dipecat, Hanya Diberhentikan Sementara Jaksa Agung
-
Sekolah Rakyat Lampung Siapkan Siswa Siap Kerja dan Kuliah
-
Tren Co-Working Kian Berkembang, merch Padukan Produktivitas, Komunitas, dan Wellness
-
Kemenhut Tangkap 3 Pelaku Pembalakan Liar di SM Kerumutan Riau
-
Ancaman Baru Sriwijaya FC, Registration Ban FIFA Bisa Ganggu Kebangkitan Laskar Wong Kito
-
Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
-
El Clasico Milik Maung Bandung! Jalan Pandu Raya Bogor Mendadak Membiru Usai Persib Libas Persija
-
Pengamat: Penguntitan dan Penggeledahan Aset Eks Jampidsus Cerminkan Celah Kontra-Intelijen Kejagung
-
Cak Imin Soroti Sanitasi Pesantren: Ribuan Santri Cuma Punya Puluhan MCK