Suara.com - Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere mengkritik keras cara penanganan polisi terhadap peristiwa serangan geng pada perempuan dan anak perempuan di Koin pada malam tahun baru 2016.
"Polisi tidak harus bekerja seperti ini," katanya. Polisi sendiri dikabarkan baru mengidentifikasi tiga tersangka dalam peristiwa tersebut.
Lebih dari 100 korban mengeluh mengalami kekerasan seksual atau dirampok oleh geng hingga 30 orang. Penampilan para pelaku dilaporkan seperti orang Arab atau Afrika Utara.
Para pejabat mengatakan kekerasan tidak harus melemparkan kecurigaan terhadap semua pengungsi.
Sebuah kerumunan sekitar 1.000 orang berkumpul di alun-alun di luar stasiun Koln selama malam tahun baru, dan menyalakan petasan. Banyak yang mabuk dan agresif.
Polisi akhirnya mengevakuasi para pemuda tersebut karena risiko cedera dari kembang api.
Tapi geng pemuda segera kembali dan melakukan serangan selama beberapa jam dengan respon yang minim dari otoritas lokal sampai setelah tengah malam.
Dua wanita di Cologne telah mengatakan kepada polisi mereka diperkosa dan banyak yang meraba-raba, termasuk polisi relawan. Menteri Kehakiman Heiko Maas mengatakan serangan tampaknya telah terkoordinasi dan berbicara tentang "skala baru kejahatan terorganisir".
Perempuan juga menjadi sasaran di Hamburg dan Stuttgart. Lebih dari 30 pengaduan telah diajukan oleh perempuan mengatakan mereka tidak sopan diserang atau dirampok di Hamburg Reeperbahn.
Polisi di Stuttgart mengatakan beberapa wanita diserang di Schlossplatz di pusat kota.
Ratusan orang melakukan protes di dekat stasiun Koln pada Selasa malam (5/1/2016), marah oleh serangan berani dan oleh respons yang lambat dari pemimpin politik.
Kanselir Angela Merkel menyatakan kemarahan atas "serangan menjijikkan" dan menteri dalam negeri ditanya tentang respon polisi di TV nasional.
Mr de Maiziere mengkritik polisi untuk memungkinkan penyerang untuk kembali. Alun-alun dievakuasi, katanya, "dan kemudian peristiwa ini terjadi dan mereka menunggu pengaduan. Polisi tidak harus bekerja seperti ini".
Identifikasi luas dari penyerang sebagai Afrika Utara atau Arab dalam hal penampilan memperkeras kecuriagaan karena masuknya lebih dari satu juta migran dan pengungsi dalam satu tahun terakhir. Banyak pendatang telah melarikan diri dari konflik di Suriah.
(BBC)
Berita Terkait
-
AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal
-
Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun
-
Terbongkar! Prancis dan 2 Negara Eropa Dituding Diam-diam Bantu AS Bombardir Iran
-
Ukir Sejarah! Kevin Diks Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Jabat Ban Kapten di Bundesliga Jerman
-
Bongkar Bentuk Kekerasan Seksual Eks Pelatih Panjat Tebing, Bareskrim: Meraba hingga Persetubuhan
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite
-
Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas
-
Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat
-
'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri
-
Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut
-
Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar
-
Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan
-
12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta
-
Salah Sasaran, 2 Pemuda Dikeroyok karena Disangka Begal di Baleendah
-
Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia