Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengecam tindakan pendeportasian aktivis hak asasi manusia (HAM) Mugiyanto oleh pemerintahan Malaysia.
Wakil Koordinator Bidang Strategi dan Mobilisasi KontraS, Puru Kencana Putri menilai pendeportasian yang dilakukan kepada Mugiyanto adalah bentuk ketakutan pemerintahan Malaysia terhadap gerakan masyarakat sipil.
"Deportasi, cekal dan sebagainya itu ya bentuk paranoid pemerintah Malaysia terhadap aktivitas-aktivitas masyarakat sipil yang kemudian diduga membahayakan konsep kedaulatan, stabilitas negara dan sebagainya," kata Puri saat dihubungi suara.com, Jakarta, Kamis (7/1/2015).
Menurutnya tujuan Mugiyanto ke Malaysia yakni ingin memperkuat solidaritas publik di kawasan asia tenggara. Dia tidak sama sekali untuk mengancam stabilitas pemerintahan Malaysia.
"Saya pikir dia di Malaysia itu hanya memperkuat solidaritas, dia tidak membahayakan negara Malaysia kok. Tidak membhayakan negara Indonesia juga tujuannya ke sana," kata Furi.
Lebih lanjut, Puri mengatakan jika rkehadiran Mugiyanro dalam forum di Kuala Lumpur Selangor Chinese Assembly, yang rencana digelar malam ini juga terbuka untuk umum. Agenda pertemuan tersebut, tambah Puri juga telah disebarluaskan melalui jejaring sosial.
"Memang dia punya agenda ya, pertemuan tersebut juga disebar luaskan menggunakan media sosial, bukan pertemuan tertutup, jadi siapa saja bisa melakukan itu. Bisa datang k sana juga," kata Puri.
Sebelumnya, Mugiyanto dideportasi oleh imigrasi Malaysia. Dia disebut menjadi bagian dari gerakan #YellowMania penentang pemerintahan Najib Razak.
Mugiyanto adalah aktivis HAM dari KontraS. Dia salah satu dari 9 orang yang selamat dari dugaan upaya penculikan militer di bawah pimpinan Presiden Soeharto di masa orde baru.
Data KontraS, ada 23 aktivis yang diculik selama 1997-1998. Satu di antara mereka ditemukan tewas, dan 13 di antaranya masih hilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Mendagri Ungkap Data Pascabencana: 29 Desa Hilang Diterjang Banjir dan Longsor di Sumatra
-
Bantuan Pangan Diaspora Aceh di Malaysia Terganjal Bea Cukai, Mendagri 'Ngadu' ke DPR
-
Boleh Buka Puasa di KRL Saat Ramadan 1447 H, Ini Aturan dari KAI Commuter
-
KPK Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Kasus DJKA
-
RS Wajib Terima Pasien PBI Darurat! Bakal Ada BPJS yang Kontrol
-
Mabuk Berat, Pria 24 Tahun Ngamuk dan Tusuk Warga di Duren Sawit
-
Sasar Seminar Hotel Mewah, Maling Berlanyard Ternyata Petakan Kegiatan Sebelum Beraksi
-
Prabowo Berikan Bantuan Sapi Rp72,7 Miliar untuk Tradisi Meugang di Aceh
-
Praperadilan Ditolak, Dokter Richard Lee Jalani Pemeriksaan Lanjutan di Polda Besok
-
Aceh Berangsur Pulih, Dasco Pastikan Tak Ada Lagi Daerah Terisolir Pascabanjir