Suara.com - Aktivis Hak Asasi Manusia Indonesia, Mugiyanto dideportasi oleh pemerintah Malaysia. Namun sebab pendeportasian itu belum diketahui.
Situs berita MalaysiaKini, Kamis (7/1/2016) menyebutkan Mugiyanto ditahan oleh imigrasi Malaysia di Kuala Lumpur. Dia disebut menjadi bagian dari gerakan #YellowMania penentang pemerintahan Najib Razak.
Di Malaysia, Mugiyanto akan menghadiri sebuah forum yang digelar sebuah LSM reformasi di Malaysia. Di sana dia akan bicara soal gerakan rakyat yang membawa perubahan.
Mugiyanto dijadwalkan akan bicara di acara yang digelar di Selangor Chinese Assembly Hall malam ini.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno belum secara resmi diberitahu tentang deportasi Mugiyanto ini.
"Setiap kali warga negara kita telah dideportasi, kita biasanya akan menerima surat pemberitahuan resmi. Sejauh ini kami belum dihubungi. Kami akan menghubungi Departemen Imigrasi Malaysia untuk mengetahui alasan deportasi Mugiyanto," kata dia saat dihubungi MalaysiaKini. (MalaysiaKini)
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?
-
Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika
-
Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia
-
Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?
-
Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel
-
Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus
-
Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara
-
Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan
-
Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita
-
Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong