Suara.com - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mulai melibatkan dua psikiater untuk mewawancarai dokter Rica Tri Handayani yang sebelumnya sempat menghilang karena mengikuti kegiatan kelompok tertentu. Dua psikiater ini dari Mabes Polri.
"Dua psikiater dari Mabes Polri sudah datang di Mapolda DIY tadi siang untuk membantu mewawancarai dokter Rica," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta AKBP Anny Pudjiastuti di Yogyakarta, Kamis (14/1/2016).
Kedua psikiater tersebur akan bertugas menggali latar belakang Rica bergabung dengan organisasi yang disebut-sebut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Serta peran V dan E dalam kasus tersebut.
"Sebagian besar akan berfokus menggali sesuai posisi Rica sebagai saksi dalam kasus itu," kata dia.
Kondisi dokter Rica saat ini sudah lebih membaik. Dokter muda lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) itu, kata Anny sudah lebih terbuka dan mau berkomunikasi dibanding sebelumnya saat tiba dari Bandara Waringin Barat, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
"Sudah semakin membaik dan mau berkomunikasi," kata dia.
Kendati demikian, Anny mengatakan proses wawancara belum dapat dipastikan waktunya. Pelaksanaannya dapat berlangsung beberapa hari, bisa Polda atau di kediaman Rica.
"Hasil wawancara belum bisa dipastikan lamanya tergantung kesediaan yang bersangkutan," kata Anny.
Sementara itu untuk kedua perekrut, E dan V yang merupakan sepupu Rica telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY. Keduanya diduga melakukan perbuatan membawa lari perempuan dengan tipu muslihat ataupun dengan ancaman kekerasan sesuai dengan Pasal 332 ayat (1) ke-2 KUHP.
Sebelumnya, dokter Rica Tri Handayani bersama anaknya yang hilang sejak 30 Desember 2015 ditemukan jajaran Polda DIY di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Selama menghilang, dokter asal Lampung ini diduga ikut dalam kegiatan kelompok Gafatar. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi
-
Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat
-
Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda
-
Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik
-
Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia
-
Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar
-
Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri