Suara.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Desmond J Mahesa menyayangkan keputusan Dita Aditya (27) dalam kasus dugaan penganiayaan oleh politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu. Desmond menilai, Dita terlambat melaporan penganiayaan yang dialaminya kepada pihak berwajib.
"Saya menyayangkan kalau itu terjadi. Saya meragukan juga, peristiwa ini sembilan hari kemudian baru dilaporkan,"ujar Desmond di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/2/2016)
Desmond menilai, laporan yang diberikan Dita berbeda versi dengan pengakuan Masinton. Dirinya juga mengatakan, sulit membuktikan laporan yang diberikan Dita.
"Ada dua versi pendapat. Versi Masinton, karena dia merebut setir dan lain-lain. Dalam konteks pembuktian, agak susah juga. Masinton tidak mengakui, tidak ada saksi. Saksinya benjol, benjol bisa dilakukan oleh siapa saja," tuturnya.
Lebih lanjut, mengenai rencana Dita untuk melaporkan Masinton ke MKD, Desmond menganggap hal itu akan sulit diungkap. Pasalnya, tidak ada bukti yang kuat terkait pemukulan.
"MKD juga agak susah pembuktiannya. Sama dengan di polisi. Ini problemnya nanti, CCTV nggak ada. Pembuktiannya susah," tutur Desmond.
Desmond menambahkan, apabila kasus pemukulan itu diungkap hanya untuk menjatuhkan Masinton, publik diminta untuk lebih cermat.
"Kasian juga ini perempuan kalau betul. Kalau ini nggak betul, dalam rangka untuk menjatuhkan Masinton, ya nggak betul ini. kita harus cerdas mencermati ini. Hati-hati," tandasnya.
Berita Terkait
-
19 Desa Terisolasi, Tanggap Darurat Tapanuli Tengah Diperpanjang 14 Hari
-
Gembira Prabowo Ambil Alih Polemik Pulau Aceh, Masinton PDIP: Gak Ada Hadiah-hadiahan!
-
Khawatir Polemik 4 Pulau Picu Masalah Baru Aceh-Sumut, Bupati Tapteng Masinton Bilang Ini
-
Hubungan Bobby Nasution dan Masinton Semakin Harmonis, Satu Mobil Medan-Banda Aceh
-
Masinton PDIP: Marsinah Lebih Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional daripada Soeharto!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan