Suara.com - Direktur LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan Ratna Batara Munti mengatakan Dita Aditya (27) menjadi korban penganiayaan sebanyak dua kali yang dilakukan oleh anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu.
"Ini tepat yang dilakukan korban, karena ini kedua kali, yang pertama dimaafkan dan kejadian lagi. Karena memang kelakuan kekerasan itu tipikal, kalau sudah sekali bisa berulang kali. Kejadian pertama tanggal 17 November 2015," ujar Ratna yang merupakan pengara staf ahli DPR itu usai melapor ke pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan di gedung Nusantara II, DPR, Jakarta, Selasa (2/2/2016).
Setelah kasus ini mencuat, Masinton mulai mencoba mengajak damai keluarga Dita agar kasus tersebut tidak panjang.
"Sudah ada itikad baik, dia (Masinton) mendekati ibunya (Dita), katanya jangan diramaikan, tapi diselesaikan secara kekeluargaan," katanya.
Ketika ditanya, kenapa sampai terjadi pemukulan, Ratna memberikan penjelasan.
"Ada relasi yang dibangun, ada relasi kekuasaan, pekerjaan yang sangat rentan. Ini sangat sarat abuse of power untuk mengontrol orang," tuturnya.
Lebih jauh, Ratna menyesalkan tidak adanya perjanjian kontrak kerja antara Dita dan anggota DPR.
"Anggota DPR tidak boleh semena-mena kalau sudah selesai jam kerja. Asisten pribadi harus dilindungi dengan kontrak kerja. Jika asisten pribadi mengalami tindakan harus berhak mendapatkan bantuan hukum," katanya.
Peristiwa itu terjadi pada 21 Januari 2016 malam. Kejadiannya setelah Masinton menjemput Dita di Camden, Cikini, Jakarta Pusat. Pemukulan terjadi di dalam mobil usai terjadi perdebatan.
Dita merupakan Sekretaris Biro Perempuan dan Anak DPW Partai Nasional Demokrat DKI Jakarta.
Di berbagai kesempatan, Masinton membantah sengaja memukul Dita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan