Suara.com - Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) menyatakan bahwa perkembangan isu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) dewasa ini sudah sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan terhadap kehidupan keagamaan, moral dan tatanan sosial bangsa Indonesia di masa mendatang.
Para pelaku dan pendukung LGBT semakin terbuka menunjukkan identitasnya di ruang publik dan menuntut pengakuan atas dasar Hak Asasi Manusia (HAM), kata Ketua Umum BP4 Pusat Wahyu Widiana dalam keterangan tertulisnya kepada Antara di Jakarta, Selasa.
Didampingi Sekretaris Umum BP4 Najib Anwar, ia mengatakan bahwa kelompok LGBT kini sangat intensif memanfaatkan media informasi, termasuk media sosial, memberi pengaruh yang tidak baik terhadap mental dan moral generasi bangsa.
Ia menegaskan, LGBT secara prinsip bertentangan dengan nilai-nilai agama, kepribadian dan budaya bangsa Indonesia yang religius. LGBT tidak tepat dipandang sebagai Hak Asasi Manusia dan bukan LGBT fenomena natural, tetapi suatu kelainan dan masalah sosial yang memerlukan penanganan secara baik dan komprehensif.
Pencegahan dan penanggulangan LGBT sama urgennya dengan penanggulangan narkoba, pergaulan bebas atau gerakan radikalisme. LGBT, katanya, telah menjungkir-balikkan norma, moral dan nilai-nilai agama di tengah masyarakat.
Dalam kaitan ini, BP4 sebagai mitra pemerintah dalam pembinaan keluarga sakinah serta penunjang sebagian tugas dan fungsi Kementerian Agama di bidang pembinaan perkawinan dan keluarga memandang perlu menyampaikan pernyataan sikap dan imbauan dalam menyikapi isu LGBT.
BP4 memandang LGBT dapat disembuhkan dan diperbaiki. Dengan ini BP4 menyampaikan pernyataan pers sebagai berikut: Pertama, meminta pemerintah agar mengambil sikap dan langkah tegas sesuai hukum dan konstitusi untuk tidak memberi pengakuan dan melegalisasi perilaku homoseksualitas dan perkawinan sesama jenis di seluruh wilayah Indonesia.
Kedua, meminta pemerintah agar menertibkan pihak-pihak yang secara sengaja menampilkan, mengampanyekan, menyebarluaskan pembenaran, mengajak kepada perilaku dan gaya hidup LGBT yang merusak jiwa generasi muda serta mengajak masyarakat untuk meninggalkan perbuatan menyimpang tersebut.
Ketiga, mengimbau kepada pers dan media massa, termasuk media sosial, untuk berperan aktif dalam menjaga dan melindungi ketahanan keluarga dan kehidupan masyarakat Indonesia dari bahaya LGBT.
Keermpat, mengimbau seluruh keluarga dan masyarakat Indonesia untuk memperkuat pendidikan dan menciptakan suasana keluarga yang kondusif, dimana komunikasi orang tua dan anak harus dibangun secara baik, setiap orang tua wajib mengenal lingkungan dan teman-teman anaknya serta membekali anak dengan ajaran dan nilai-nilai agama yang kuat.
Kelima, mengajak para orang tua, guru di sekolah dan organisasi sosial/keagamaan untuk mengambil peran dalam mencegah, melindungi, atau membantu anggota keluarga, anak didik dan generasi bangsa yang terlanjur menempuh jalan sebagai LGBT untuk kembali kepada jalan hidup yang normal, wajar dan bermartabat melalui pendekatan secara manusiawi dan penanganan yang intensif.
Keenam, mengimbau para pemuda dan remaja sebagai tunas bangsa agar menghindari atau membatasi pergaulan dari lingkaran komunitas perilaku LGBT. (Antara)
Tag
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi
-
Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan
-
Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam
-
Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing
-
Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama
-
Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing
-
Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok
-
Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit
-
'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai
-
Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia