Suara.com - Pembantu rumah tangga bernama Toipah tidak hanya mendapatkan kekerasan fisik dari keluarga anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PPP Fanny Safriansyah alias Ivan Haz. Toipah juga sering dipanggil dengan sebutan binatang oleh istri Ivan Haz, Anna Susilowati, ketika diperintah untuk mengerjakan sesuatu.
"Dari pengakuan awal ada keterlibatan istri IH, dengan menggunakan bahasa binatang sepanjang bekerja mendapatkan penganiayaan fisik dan psikis dan penyekapan sampai perbudakan," kata Direktur LBH Apik Ratna Batara Munti yang menjadi pengacara Toipah, di Polda Metro Jaya, Selasa (8/3/2016).
Ratna menambahkan tak hanya kekerasan fisik dan verbal, Ivan juga sempat menahan gaji Toipah.
"Gajinya sendiri sudah dilunaskan, tapi pada awal-awal belum dibayar baru dua kali gaji," kata dia.
Sampai akhirnya Toipah kabur dari apartemen Ivan Haz karena dia sudah tidak tahan lantaran dengan kelakuan putra mantan Wakil Presiden Hamzah Haz.
"Toipah ini yang terakhir bener kaya penyekapan, dari Mei sampai September 2015 karena tidak tahan," kata dia.
Kasus Ivan Haz juga sedang ditangani Mahkamah Kehormatan Dewan DPR. Kemarin, mahkamah sudah meminta keterangan dari tiga pembantu Ivan, termasuk Toipah. Mereka menceritakan semuanya di hadapan mahkamah.
Tapi, mahkamah belum mengambil keputusan mengenai sanksi buat Ivan Haz. Mahkamah masih akan minta penjelasan dari istri Ivan dan Ivan sendiri.
Ivan ditahan di Polda Metro Jaya sejak Senin (29/2/2016) malam.
Penahanan dilakukan karena dikhawatirkan Ivan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Dia dikenakan Pasal 44 dan 45 UU Nomor 23/2004 tentang KDRT
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS