Suara.com - Tim gabungan Resmob Polda Kalsel, Polsek Kertak Hanyar, dan Polres Barito Selatan, berhasil meringkus seorang buronan kasus pembunuhan. Pelaku bersembunyi selama 6 bulan usai melakukan aksinya.
"Pelaku yang terus kami cari ini berhasil ditangkap di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) tempat pelariannya," ucap Direktur Reskrimum Polda Kalsel Kombes Yustan Alpiani di Banjarmasin, Selasa (8/3/2016).
Buronan kasus pembunuhan itu diringkus Selasa sore sekitar pukul 15.00 WITA di Desa Baru Kecamatan Dusun selatan Kabupaten Barito selatan Kalimantan Tengah.
Untuk pelaku diketahui bernama Noor Ifansyah alias Ipan Jawa (20) seorang laki-laki. Dia kesehariannya sebagai petugas parkir di kawasan Kartak Hanyar Kabupaten Banjar, Kalsel.
Ipan Jawa ditangkap karena kasus pembunuhan di mana pelaku telah diketahui menghabisi nyawa korban bernama M Hidayat (20) pada 15 September 2015 sekitar pukul 13.00 WITA saat itu.
Korban meninggal dunia tepatnya di depan rumah Jalan Pemurus gang Rahman RT 8 RW 03 Kelurahan Kertak Hanyar I Kabupaten Banjar.
"Alhamdulillah pelaku sudah ditangkap dan kami juga mengamankan barang bukti seperti pisau jenis belati disepasang baju korban," tuturnya.
Sementara itu Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kalsel, AKBP M Zamroni di Banjarmasin menambahkan perbuatan yang dilakukan pelaku bisa dikatakan berencana. Untuk tersangka dan barang bukti usai diringkus di kawasan Kalteng, selanjutnya diserahkan ke Polsek Kertak Hanyar guna proses hukum lebih lanjut.
Guna diketahui pengejaran yang dilakukan oleh tim gabungan itu dipimpin Kanit Resmob Polda Kalsel AKP Arief Prasetya sik. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia