Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat wilayah barat selatan Aceh agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca panas mengakibatkan terjadinya kebakaran lahan dan hutan.
Prakirawan BMKG stasiun Meteorologi Meulaboh, Saiful Amri di Meulaboh, Sabtu, mengatakan, untuk beberapa hari kedepan wilayah kerjanya diprediksi dalam suhu 24-32 derajat celsius, kondisi suhu cuaca demikian kategori normal.
"Meskipun suhu cuaca normal, namun pada saat siang hari sampai dini hari cerah berawan, artinya cuaca terik akan terjadi dan sangat berpotensi terjadi kebakaran lahan gambut maupun hutan,"katanya.
Dalam siaran pers prakiraan cuaca untuk Aceh Bagian Barat dan Selatan yang disampaikan, delapan kabupaten/kota wilayah setempat cenderung pada pagi hari pukul 07-13 WIB cerah berawan, pada siang hari berawan, malam hari terjadi hujan lokal dan sebagian berawan, sementara pada dini hari seluruh kawasan berawan.
Kata Saiful, kondisi diatas normal apabila suhu cuaca pada satu daerah diatas 35 derajat celsius, sementara kondisi cuaca terik yang dirasakan masyarakat Aceh pada umumnya karena pada siang hari tidak tumbuh awan.
Dia menjelaskan, secara umum untuk wilayah kerjanya belum disampaikan adanya laporan ditemukan titik panas (hotspot) akibat kebakaran lahan, bila ditemukan maka segera dilakukan koordinasi dengan instansi terkait di daerah masing-masing.
"Kondisi panas yang dirasakan masyarakat karena memang dalam beberapa hari ini pada siang hari maupun pagi hari itu tidak ada awak, awan tumbuhnya pada malam hari," jelas Saiful.
Dengan adanya potensi musim panas/kemarau mulai melanda, masyarakat diharapkan tidak membuka lahan dengan membakar terutama untuk wilayah kerjanya yang meliputi Tapak Tuan (Aceh Selatan), Meulaboh (Aceh Barat), Calang (Aceh Jaya), Suka Makmue (Nagan Raya), Sinabang (Simeulue), Singkil (Kab Singkil), Blang Pidie (Abdya), Subulussalam (Pemkot).
Lebih lanjut dijelaskan, angin ketinggian permukaan sampai 3000 feet umumnya bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 05-24 kilometer/jam, sementara tinggi gelombang perairan barat selatan Aceh diperkirakan 0,5-2,5 meter.
Saiful menjelaskan, ketinggian gelombang laut sampai 2,5 meter hanya terjadi di perairan laut lepas Samudera Hindia, sementara untuk perairan pinggir pantai berkisar 2,0 meter, gelombang ini juga berbahaya bagi boad nelayan kecil.
"Hotspot sendiri masih terus kita pantau dan sampai prakiraan cuaca 12 Maret 2016 kami belum menerima data adanya pantauan titik panas," katanya menambahkan. (Antara)
Berita Terkait
-
Mengapa Karhutla Gambut Berulang? Mengubah Logika Ekonomi Pembakar Lahan
-
Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan
-
Karhutla Kembali Melanda Kariangau Balikpapan
-
Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi
-
BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak
-
Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif
-
Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
-
Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau
-
Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50
-
Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif
-
BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan
-
BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan
-
BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda
-
BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset