Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji akan menarik pasukannya dari Suriah setelah 5 bulan melancarkan operasi militer untuk mendukung pemerintahan Bashar al Assad. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat bersama Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri di Moskow.
Keputusan ini dibuat tepat saat PBB menggelar perundingan perdamaian Suriah di Jenewa.
Menurut Putin, pasukan Rusia sudah hampir memenuhi tugasnya di negara konflik tersebut. Dalam pidatonya, Putin juga memerintahkan upaya diplomasi guna mengakhiri perang saudara di sana.
"Saya percaya tugas dari Kementerian Pertahanan dan angkatan bersenjata Rusia sudah terpenuhi,"kata Putin seperti dikutip lama Reuters.
"Karena itu saya memerintahkan Menteri Pertahanan, untuk memulai penarikan kontingen militer dari Suriah mulai besok," lanjutnya.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov memastikan Putin telah berkomunikasi dengan Al Assad terkait rencana penarikan militer Rusia dari Suriah.
Kendati demikian, Putin sepertinya tak sepenuhnya menarik milter Rusia dari Suriah. Buktinya, dia tak menentukan deadline penarikan pasukan. Apalagi, kata dia, Rusia masih akan menempatkan kekuatan militernya di Pelabuhan Tartous dan di Pangkalan udara Hmeymimdi provinsi Latakia.
Rencana penarikan ini diduga buntut dari dipotongnya anggaran militer Rusia sebanayak 5 persen pada 2016. Menurut Wakil Menteri Pertahanan Rusia Tatian Shevtsova anggaran pertahanan mereka meningkat. Hal ini sejalan dengan rencana Putin mengembalikan kekuatan militer Rusia di mata dunia. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
Sinyal Kuat dari Kremlin: Putin Jawab Langsung Undangan Prabowo, Siap Datang ke Indonesia
-
Putin Sampaikan Belasungkawa Terkait Bencana Banjir, Prabowo: Kami Bisa Menghadapi Ini dengan Baik
-
Prabowo Ungkap Alasan Sebenarnya di Balik Kunjungan ke Moskow Bertemu Putin
-
Usai dari Pakistan, Prabowo Lanjut Lawatan ke Moscow, Bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin
-
Anak Buah Vladimir Putin Serang Sepak Bola Eropa: Sarang Korupsi dan Agen Nakal
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
DPRD DKI Restui Pramono Anung Hapus Jejak Proyek Monorel Mangkrak: Jakarta Ingin Indah
-
Terapkan KUHP Baru, Kejagung Akan Minimalisir Hukuman Penjara untuk Kejahatan Ringan
-
Bukan Sekolah Biasa! Ini Dia 6 Fakta Sekolah Rakyat Prabowo
-
Aizzudin Abdurrahman Sudah Diperiksa, KPK Punya Bukti Aliran Dana Kasus Haji ke Petinggi PBNU
-
Pelukan Jokowi-Eggi Sudjana di Solo Akhiri Drama Sengketa Ijazah: Bagaimana Nasib Roy Suryo Cs?
-
Misteri Harta Jurist Tan, Aset 'Tangan Kanan' Nadiem Bakal Dicari Kejagung Meski Buron
-
Bongkar PBB PT Wanatiara Persada, KPK Ungkap Ada Dugaan Aliran Dana Kasus Pajak ke DJP
-
Cekal Bos Djarum, Kejagung Klaim Masih Usut Dugaan Korupsi Manipulasi Pajak
-
Badai PHK Hantam 88 Ribu Pekerja Sepanjang 2025: Jawa Barat dan Jawa Tengah Paling Babak Belur
-
Diteror Usai Kritik Penanganan Bencana Sumatra, Aktivis Greenpeace dan Kreator Konten Lapor Polisi