Seniman minta koruptor dipanggil seekor koruptor. [suara.com/ Nikolaus Tolen]
Kumpulan Seniman di Jakarta mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat(22/4/2016). Kedatangan mereka bukan untuk berdemo, melainkan meminta KPK dan masyarakat untuk memanggil Para koruptor dengan sebutan seekor koruptor.
"Penggambaran sudah ada, dan kenapa ucapan seorang koruptor, kenapa tidak dibudayakan saja mereka para koruptor sesuai dengan penggambaran identiknya dengan tikus itu menjadi seekor koruptor'," kata salah satu seniman di depan Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat(22/4/ 2016).
Berbagai aksi pun mereka tunjukkan di depan Gedung KPK. Mulai dari puisi tentang penghinaan terhadap koruptor, lukisan dan mural di spanduk panjang yang sudah disiapkan untuk aksi tersebut.
Dalam aksi yang yang sekaligus untuk mendukung KPK tersebut, hadir Sanggar Lukis Gelanggang Remaja Jakarta Selatan(Garajas). Selain itu ada juga Sanggar Senirupa Plus Garajas, Kelompok Dapur Sastra Cisauk, Kelomopok Karikatur dan Kartuni dalam Pakarti, Kelompok Mural dan Geafiti Indonesian Street Art Database(ISAD), dan anggota Kelompok Fotografer dari Asosiasi Fotografer Indonesia(AFI).
Penampilan mereka juga dihadiri oleh seorang Tokoh Moral dari New York Amerika Serikat, Sonic Bad(Jesse Rodriguez AKA). Kehadiranya di Gedung KPK ingin melukiskan dan mau menunjukan bahwa korupsi adalah sesuatu yang jahat.
"Terima kasih, saya ingin melukiskan bahwa koruptor itu pantas hidup di selokan," kata Sonic kepada Ketua Gerakan Anti Korupsi Libtas Universitas, Rudi Johanes.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina