Suara.com - Mantan calon gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu, Faisal Basri, menilai penataan kota tidak boleh dikendalikan oleh pengembang. Sebab, ditakutkan akan mengarah pada komersil yakni tata uang bukan tata ruang atau tata kelola.
"Pembangunan kota itu tidak boleh dikendalikan oleh bandar atau dikendalikan oleh pengembang itu akan rusak," ujar Faisal dalam diskusi bertajuk "Jakarta Yang Lebih Baik Untuk Semua, di bilangan Gunawarman, Jakarta, Sabtu (30/4/2016).
"Kita khawatir kalau tata kota menjelma menjadi tata uang, tata ruang menjelma tata uang," ucapnya.
Lebih lanjut, Faisal mencontohkan kawasan kumuh seluas tiga hektare, lalu pemerintah merelokasikan dengan memberikan ganti rugi yang lebih baik, namun hanya bersifat sementara.
"Boleh saja dikasih ganti rugi malah dikasih ganti untung, tapi dia akan pindah ke Luar Jakarta, kehidupannya di Jakarta, ongkos hidupnya makin mahal, dan dia nggak dapat apa-apa lagi, jadi proses pemiskinan kalau menggusur seperti itu,"jelas Faisal.
Karena itu, Faisal menyarankan tanah yang dicontohkan seluas tiga hektare kawasan kumuh tersebut bisa dimanfaatkan bersama tanpa menggusur.
"Nah coba bayangkan, kalau tiga hektare itu kita bagi tiga, yang satu hektare tetap dihuni oleh orang yang semula, dengan diperbaiki rumahnya atau naik empat lantai, jadi meter squarenya naik juga per keluarga," katanya.
"Kemudian seperti tiganya lagi ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan oleh semua, sepertiganya lagi jadi lahan komersial," sambungnya.
Tag
Berita Terkait
-
Chatib Basri Siapanya Faisal Basri? Diisukan Jadi Pengganti Menkeu Purbaya
-
Geger Raja Ampat: Pernyataan Lama Faisal Basri Viral, Ungkap Dalang di Balik Penyelundupan Nikel
-
Bobby Berkelakar Jadi Menantu Mulyono, Ingat Lagi Kata Mendiang Faisal Basri
-
Faisal Basri Juga Punya Riwayat Penyakit Diabetes, Dokter: Memang Berisiko Tingkatkan Serangan Jantung
-
Dialami Faisal Basri, Dokter Ungkap Penyebab Serangan Jantung Bisa Sampai Merenggut Nyawa
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer