Suara.com - Hampir selama 10 tahun terakhir terjadi lonjangan harga pangan di dunia, terutama beras. Produksi beras secara global terus anjlok karena faktor cuaca. Kekeringan dan badai. Sementara jumlah penduduk dunia terus meningkat.
Catatan dana ini memperkirakan di tahun 2016 ini, produksi beras akan turun di Asia. Ini disebabkan el nino di sejumlah negara Asia.
Gelombang panas India pun melanda eksportir beras di sana. Sementara pemasok beras terbesar kedua di dunia, India menghadapi kekeringan selama 2 tahun terakhir. Begitu juga Vietnam yang punya masalah dengan kekeringan irigasi sungai Mekong.
Padahal ketiga negara itu penyumbang 60 persen produksi beras dunia sebanyak 43 juta ton.
"Sampai sekarang kami belum melihat reaksi penaikan harga karena cuaca panas dan kering," kata James Fell, seorang ekonom di Grains Internasional Council (IGC).
Tahun 2008, produksi beras Asia turun akibat El Nino. Sementara India menetapkan kebijakan melarang ekspor. Masalah juga terjadi Filipina. Karena beras langka, Filipina terpaksa melakukan penimbunan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Bahkan tentara mengawasi penjualan beras di sana.
Dunia telah mengalami serangkaian krisis pangan selama 10 tahun terakhir karena cuaca buruk.
Bruce Tolentino dari International Rice Research Institute yang berbasis di Filipina prihatin dengan kerentanan pangan di Asia.
IGC melihat panen 2016 dunia turun menjadi 473 juta ton. Padahal tahun lalu produksi beras bisa sampai 479 juta ton. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit Produktif ke Sektor Riil
-
Digelar Pagi Sebelum Jumatan, Ini Jadwal Lengkap dan Agenda Sidang Tahunan MPR RI 14 Agustus 2026
-
Hadapi El Nino, Pramono Minta RW Siapkan APAR dan Pastikan Pasokan Air Bersih
-
Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa
-
Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?
-
Mama Saya Sudah Meninggal! Curhat Pilu Warga Lampung Diduga Ditolak RSUDAM Viral
-
MPR Godok Produk Hukum PPHN, Jadi Guidance Bernegara yang Ditaati Semua Lembaga
-
Dana Transfer ke Daerah Dipangkas, Gus Yasin Pastikan Gaji ASN Jateng Tidak Terkendala
-
Sudah Dapat Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana? Simak Aturan Berpakaiannya