News / Nasional
Kamis, 05 Mei 2016 | 17:13 WIB
Bupati Sidoarjo Saiful llah [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Bupati Sidoarjo Saiful llah tak dapat menyembunyikan emosi setelah mengetahui kasus Yuyun (14), pelajar SMP Negeri 5, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Bengkulu. Yuyun diperkosa oleh 14 pemuda usai pulang sekolah pada pertengahan April, dan setelah itu dibunuh.

"Saya dengar miris sekali ya. Kurang ajar sekali ada yang tega memperlakukan anak dibawah umur seperti itu. Saya setuju sama hukuman kebiri itu, ben kapok (biar tahu rasa). Dia bersalah, kok," kata Saiful kepada Suara.com di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (5/5/2016).

Saiful setuju peraturan pemerintah pengganti undang-undang tentang hukuman kebiri segera diterbitkan pemerintah agar membuat pelaku kapok dan membuat calon pelaku takut.

Saiful mengatakan kasus Yuyun harus jadi peringatan, terutama orangtua yang punya anak. Orangtua harus mendidik dan menjaga anak sebaik-baiknya agar di masa mendatang tak ada Yuyun berikutnya.

"Kuncinya ya ada di orangtua juga ya. Gimana cara orangtua mendidik, bagaimana orang tua mengajarkan untuk bergaul. Kalau nggak dididik dengan baik, anak akan melenceng," katanya.

Di Sidoarjo, katanya, edukasi keluarga selalu digalakkan. Ibu-ibu PKK sering menggelar sosialisasi terkait pendidikan perilaku. Anak-anak sejak dini diajarkan bagaimana memperlakukan lawan jenis dengan sopan.

"Banyak kita sering selenggarakan pelatihan. Ini salah satu untuk mengantisipasi pelecehan seksual agar tidak terjadi," kata Saiful.

Load More