Suara.com - Bupati Sidoarjo Saiful llah tak dapat menyembunyikan emosi setelah mengetahui kasus Yuyun (14), pelajar SMP Negeri 5, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Bengkulu. Yuyun diperkosa oleh 14 pemuda usai pulang sekolah pada pertengahan April, dan setelah itu dibunuh.
"Saya dengar miris sekali ya. Kurang ajar sekali ada yang tega memperlakukan anak dibawah umur seperti itu. Saya setuju sama hukuman kebiri itu, ben kapok (biar tahu rasa). Dia bersalah, kok," kata Saiful kepada Suara.com di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (5/5/2016).
Saiful setuju peraturan pemerintah pengganti undang-undang tentang hukuman kebiri segera diterbitkan pemerintah agar membuat pelaku kapok dan membuat calon pelaku takut.
Saiful mengatakan kasus Yuyun harus jadi peringatan, terutama orangtua yang punya anak. Orangtua harus mendidik dan menjaga anak sebaik-baiknya agar di masa mendatang tak ada Yuyun berikutnya.
"Kuncinya ya ada di orangtua juga ya. Gimana cara orangtua mendidik, bagaimana orang tua mengajarkan untuk bergaul. Kalau nggak dididik dengan baik, anak akan melenceng," katanya.
Di Sidoarjo, katanya, edukasi keluarga selalu digalakkan. Ibu-ibu PKK sering menggelar sosialisasi terkait pendidikan perilaku. Anak-anak sejak dini diajarkan bagaimana memperlakukan lawan jenis dengan sopan.
"Banyak kita sering selenggarakan pelatihan. Ini salah satu untuk mengantisipasi pelecehan seksual agar tidak terjadi," kata Saiful.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Kasus Dugaan Gratifikasi Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Pusat
-
Purbaya Akui Masih Deg-degan Meski Industri Otomotif RI Tumbuh per Juni 2026
-
Sudah Dibuka Hari Ini! Jadwal Pendaftaran Upacara di Istana 2026, Cek Link Resmi dan Cara Daftarnya
-
Negara Agraris Tanpa Regenerasi Petani, Sampai Kapan?
-
Marc Ter Stegen Resmi Direkrut Ajax, Jordi Cruyff Bakal Buang Maarten Paes?
-
Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter
-
Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup
-
Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel
-
10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan
-
Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar