Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta menerbitkan Instruksi Presiden untuk pelaksanaan moratorium dalam perkara reklamasi. Sebab, pascakeputusan Pemerintah melakukan moratorium, proses pembangunan reklamasi tetap berjalan di Teluk Jakarta.
"Pada kenyataanya, reklamasi masih terjadi di lapangan, meskipun sudah ada moratorium. Pembangkangan seperti ini tidak boleh dibiarkan. Kewibawaan negara harus diselamatkan. Caranya dengan instruksi presiden tentang moratorium reklamasi seluruh Indonesia. Karena reklamasi tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi di 30an titik di Indonesia," kata Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Riza Damanik dalam konfrensi persnya di kantornya, Menteng, Jakarta, Minggu (8/5/2016).
Dia menerangkan, instruksi ini untuk mempertegas sikap pemerintah dan bukan bertujuan mengintervensi secara langsung. Riza menerangkan instruksi ini dikeluarkan supaya menghentikan penggusuran masyarakat dan kerusakan lingkungan yang lebih luas, memberikan kepastian hukum terkait perizinan dan penyelewenangan pembangunan reklamasi, serta memberikan masukan untuk model pembangunan reklamasi supaya melibatkan masyarakat.
"Sejak awal juga, kami menganggap reklamasi itu tidak perlu, tidak ada urgensinya. Karena reklamasi itu tidak menjawab akar persoalan di Teluk Jakarta, baik soal pencemaran dan perbaikan kehidupan masyarakat Jakarta," kata Riza
Di sisi lain, proses hukum yang tengah berjalan juga harus terus ditegakan. Menurutnya, perkara reklamasi di Teluk Jakarta tidak hanya berhenti di tataran Anggota DPRD dan pebisnis yang tersangkut kasus korupsi.
Kasus suap terkait reklamasi ini tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi dengan tersangka Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M Sanusi dan Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Ariesma Widjaja.
"Kami harap KPK tidak hanya konsen dan melihat kasus ini di DPRD dan developernya saja, tapi juga melihat kaitannya yang lebih terintegrasi, terkait perizinan," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
Terkini
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Kaesang Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Kediri Disuguhi Nasi Kuning: Saya Kayak Lagi Ulang Tahun
-
China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Ancaman Perang Timur Tengah, DPR Desak Travel Jamin Keamanan dan Kepulangan Jamaah Umrah