Ilustrasi rumah sakit. [Shutterstock]
Manajemen Rumah Sakit Muhammad Husin di Palembang, Sumatera Selatan akhirnya memberikan penjelasan terkait tudingan penolakan melayani pasien Mardiah (53) yang berakibat meninggal dunia. 1.
Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pengawasan langsung oleh media dan masyarakat terhadap pelayanan di RSMH Palembang yang dapat kami jadikan sebagai kontrol untuk selalu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
"Pasien Ny Mardiah 53 tahun adalah pasien lama di poli rawat jalan RSMH yang di rawat bersama oleh spesialis Obgin, spesialis Bedah Vaskuler dan Spesialis Penyakit Dalam sejak Maret 2016," kata
Direktur Medik dan Keperawatan RSMH DR. dr. H. M. Alsen Arlan, Sp.B(KBD),MARS, dalam jawaban tertulis, Minggu (15/5/2016).
Pada tanggal 10 Mei 2016 jam 21.05 WIB pasien dibawa ke IGD RSMH karena sesak napas dan perut membesar. Pasien langsung diterima oleh dokter Jaga triase dan selanjutnya diserahkan ke dokter Jaga on site spesialis obstetri dan ginekologi di ruang P2 IGD. Pasien di berikan oksigen, dilakukan pemeriksaan tanda vital, pasien diambil darah untuk pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan rekam jantung (EKG). Pasien tetap di observasi di ruang P2 IGD untuk mengatasi kegawatannya (sesak napas). Pasien tersebut tetap dan langsung dilayani di IGD RSMH walaupun belum membawa surat rujukan.
"Hal ini sesuai dengan SOP di IGD RSMH bahwa pasien yang datang di IGD harus ditangani lebih dulu baru diselesaikan administrasinya. Jadi tidak benar pasien ditolak dilayani di IGD karena tidak membawa syarat administrasi (Surat rujukan). Setelah itu keluarga diminta mengurus surat rujukan agar pasien mendapat jaminan pengobatan dan perawatan selanjutnya," ujar Dr Alsen.
Setelah diobservasi dan berdasarkan hasil pemeriksaan di IGD, oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) yang bertugas di IGD, pasien dinyatakan tidak terindikasi untuk dirawat inap dan disarankan kontrol ke poliklinik rawat jalan RSMH. Sambil menunggu keluarga mengurus surat rujukan dan kelengkapan persyaratan untuk rawat jalan, pasien tetap berada di IGD RSMH sampai jam 11.00 WIB tanggal 11 Mei 2016.
Karena masih menunggu keluarga yang mengurus rujukan dan persyaratan di Kabupaten Kayu Agung, maka pasien di sarankan menunggu di Rumah Singgah yang lokasinya berdekatan dengan IGD dalam kompleks RSMH. Pasien diantar oleh petugas RSMH bersama keluarga yang lain ke Rumah Singgah sekitar jam 11.00 WIB. "Kemudian pada tanggal 11 Mei 2016 sekitar jam 19.05 WIB pasien dilaporkan oleh keluarga meninggal," jelas Dr Alsen.
"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pengawasan langsung oleh media dan masyarakat terhadap pelayanan di RSMH Palembang yang dapat kami jadikan sebagai kontrol untuk selalu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," tutup Dr Alsen.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus ini sempat mendapat kecaman dari Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) Irma Suryani Chaniago. Ia mengecam keras manajemen Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) Palembang yang diduga menolak seorang pasien bernama Mardiah (50) hingga ditemukan tewas di rumah singgah yang masih berada di kompleks rumah sakit tersebut. Padahal, korban dalam kondisi kritis karena mengidap kanker rahim stadium akhir.
Komentar
Berita Terkait
-
Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Resmi Jadi Horor Terkeren Anggy Umbara!
-
PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri
-
Ratusan Anak Penderita Kanker di Iran Terlantar Akibat Ledakan Rudal AS
-
Jurus Out of the Box Prananda Surya Paloh Rombak Wajah Garda Pemuda NasDem
-
Di Balik Soundtrack Film 402: Rumah Sakit Angker Korea, Ada Sisipan Notasi 'Laa Ilaha Illallah'
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Sinopsis 'Other Mommy': Ketika Ibu Kandung Sendiri Berubah Jadi Entitas Menyeramkan
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Prospek Bisnis Mikro Semakin Menjanjikan
-
17 Saksi Diperiksa Kejari, Siapa Otak Skandal Jual Beli Jabatan Kepsek Makassar?
-
Prabowo Berencana Bentuk Dewan Pengawas BGN, Nanik Diminta Jadi Ketua
-
Kas PTPP Mengering, Utang Bank Membengkak Nyaris Tiga Kali Lipat
-
DPR Dukung Nanik Tetap Awasi BGN Meski Mundur sebagai Kepala
-
Ole Romeny Berpotensi Duet dengan Mohamed Ihattaren di Fortuna Sittard, Kombinasi Mematikan?
-
Rumah Bocor Malah Usir Pemiliknya: Sengkarut Narasi 'Pindah Negara'
-
Israel Bantai Satu Keluarga Palestina di Gaza, 6 Orang Tewas
-
5 Rekomendasi Body Lotion di Indomaret yang Wanginya Mirip Pakai Parfum, Mulai Rp18 Ribuan