Suara.com - Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) dilanda konflik internal. Mereka mengadu ke DPR dengan difasilitasi Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago. Kesatuan Pelaut Tanjung Priuk protes.
Para pelaut ini mengadukan adanya penyalahgunaan wewenang oleh pengurus pusat Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI).
"Tadi saya menerima tamu kawan-kawan pelaut Indonesia yang kemarin berdemo, terkait banyak hal, terutama kepengurusan KPI yang mereka curigai telah ada penyalah gunaan wewenang," kata Irma di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Senin (16/5/2016).
Masa kepengurusan pengurus KPI telah berakhir sejak tahun 2009, dan telah diakan kongres. Namun, lanjut Irma, kongres tersebut berujung deadlok, sementara itu para pengurus KPI telah dinyatakan demisioner.
"Karena di tahun 2009 kemarin mereka sudah melakukan kongres dan hasil dari kongres itu temui jalan buntu. Tetapi kepengurusan itu sudah demisioner. Seharusnya, yang mengambil alih kepemimpinan sementara adalah tim ketua persidangan," tutur Irma.
Irma memandang, jika harus dilakukan kongres luar biasa, maka yang sehatusnya mengambil alih kepengurusan adalah tim yang dibentuk oleh panitia kongres.
"Kemudian kalaupun ada kongres luar biasa, harusnya yang mengambil alih adalah tim yang dibentuk oleh tim kongres itu, tidak lagi pengurus yang demisioner" papar Irma.
Sementara itu, menurut pengakuan para pelaut tersebut, kata Irma, pengurus KPI yang sudah dinyatakan demisioner masih menjalankan tugas sama halnya pada saat menjabat sebagai pengurus yang sah.
"Menurut mereka (pelaut), pengurus yang demisioner itu masih menjalankan fungsinya sebagai pengirus yang sah, seharusnya kan mereka sudah tidak bisa mengelurkan kebijakan ini dan itu selayaknya pengurus yang sah," pungkas Irma.
Irma juga mengatakan, para pelaut tersebut meminta agar Departemen Perhubungan memfasilitas permasalahan KPI. Namun sampai saat ini itu belum terjadi.
"Jadi mereka juga meminta Departemen Perhubungan memfasilitasi permasalahan ini. Namun sampai saat ini tidak difasilitasi. Kalau menurut saya, harusnya departemen perhubungan memfasilitasi permasalahan ini sampai selesai," tegas Irma.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng
-
Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana
-
Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'
-
Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi
-
Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!