Suara.com - Pemudik dengan menggunakan sepeda motor yang jumlahnya diperkirakan akan masih tinggi pada musim lebaran tahun ini harus ditangani dengan serius oleh pemerintah untuk mengurangi angka kecelakaan, kata pengamat transportasi Djoko Setijawarno.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (22/5/2016), Djoko mengatakan pengangkutan sepeda motor melalui moda transportasi lain dan memberikan mudik gratis bagi warganya harus tetap dipertahankan.
"Pemerintah sudah menyiapkan mudik gratis motor lewat truk, kereta api, dan kapal laut. Cuma untuk tahun ini lewat kapal laut ditiadakan, meski lewat moda kereta api ditingkatkan tiga kaki lipat, mencapai kisaran 15 ribu," kata Djoko.
Dia berpendapat sebaiknya pemerintah tetap mengadakan mudik gratis via kapal laut. Menurutnya pemerintah lebih baik menganggarkan mudik gratis kapal laut ketimbang menggratiskan tarif tol untuk pemudik lebaran.
"Setidaknya untuk perjalanan jarak jauh dapat memangkas waktu perjalanan di jalan raya. Tidak harus 10 jam, maksimal bisa 3-4 jam meski ke Jawa Tengah atau Jawa Timur. Juga membantu kepolisian untuk tidak banyak mengawasi perjalanan mudik motor di jalan raya," kata dia.
Berdasarkan survei potensi pemudik Lebaran 2016 yang diadakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Perkeretaapian Balitbang Kementerian Perhubungan pemudik memilih motor sebagai kendaraan pulang kampung karena dianggap lebih cepat (31,8 persen), murah (22,2 persen), irit (13,5 persen), dan santai (8,6 persen).
Pemudik memilih menggunakan sepeda motor karena ongkos yang lebih murah yakni kurang dari Rp500 ribu, dan juga bisa membantu mobilitas pemudik saat di kampung halaman.
"Di kampung halaman, sepeda motor masih dapat dimanfaatkan untuk mengunjungi keluarga dan kerabat. Masalahnya, transportasi di daerah juga buruk. Alternatif pilihan sepeda motor menjadi lebih tepat buat warga kelas menengah ke bawah," kata dia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat