Tin Zuraida, istri Sekretaris MA, Nurhadi, mendatangi gedung KPK untuk diperiksa sebagai saksi atas kasus Nurhadi, Jakarta, Rabu (1/6/2016). [suara.com/Oke Atmaja]
Kepala Pusat Diklat Manajemen dan Kepemimpinan Badan Litbang Hukum dan Peradilan di Mahkamah Agung, Tin Zuraida, menggunakan taktik atau cara yang sama dengan suaminya, Nurhadi, tak memberikan sepatah katapun kepada media yang menyemutinya.
Dia juga bergegas masuk mobil Pajero lalu meninggalkan halaman gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai diperiksa selama 10 jam, Rabu (1/6/2016). Nurhadi juga selalu bungkam dan memilih untuk menerobos kerumunan wartawan yang ingin menghalanginya demi mendapatkan keterangan.
Penyidik KPK memeriksa istri Sekretaris Mahkamah Agung itu pada hari ini untuk dimintai keterangannya terkait transaksi keuangan yang ada di rekeningnya. Hal itu berdasarkan hasil penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan(PPATK) yang diminta oleh pihak KPK. Diduga ada transaksi yang bermasalah dalam proses transaksi tersebut.
"Soalnya kemarin KPK katanya sudah meminta analisis laporan keuangan NHD dan istri dari PPATK," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi.
Selain itu, perempuan yang juga bekerja di tempat yang sama dengan suaminya tersebut dimintai keterangan terkait uang yang ditemukan oleh KPK dari hasil penggeledahan di rumahnya di Jalan Hang Leukir Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dari rumah pasangan ini, KPK menemukan uang dengan total mencapai Rp1,7 miliar dan juga sejumlah dokumen penting. Diduga uang dan dokumen tersebut berkaitan erat dengan perkara dugaan suap pengajuan permohonan Peninjauan Kembali (PK) perkara perdata yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
"uga dimintai keterangan seputar pengetahuannya terkait dengan kasus PN Jakpus dan tentang penggeledahan yang dilakukan di rumahnya," kata Yuyuk.
Untuk diketahui, rekening bank atas nama Tin Zuraida diduga bermasalah. Ketua PPATK M. Yunus mengatakan PPATK sempat menemukan rekening mencurigakan atas nama istri Nurhadi.
Selain itu, bersama dengan Tin, pada hari ini penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua orang pegawai rumah dari Nurhadi. Keduanya adalah Kasirun alias Jenggot serta Sairi alias Zahir. Mereka akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
KPK Dalami Kaitan Rangkap Jabatan Mulyono dengan Modus Korupsi Restitusi Pajak
-
Meriahkan Imlek, InJourney Tawarkan Promo Tiket Sunrise Borobudur Rp350 Ribu
-
Tunaikan Umrah, Momen Megawati Didampingi Prananda dan Puan Ambil Miqat Masjid Tan'im
-
Bukan Sekadar Penanam: Wamen Veronica Tan Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Tata Kelola Hutan
-
Indonesia-Norwegia Luncurkan Small Grant Periode IV, Dukung FOLU Net Sink 2030
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan