Suara.com - Ketua DPR Ade Komarudin mengaku akan berpatokan terhadap hak prerogatif Presiden Joko Widodo terkait nasib Kapolri Jenderal Badrodin Haiti apakah nantinya akan diperpanjang atau tidak. Dia enggan menanggapi soal rumor masa jabatan Badrodin akan diperpanjang. Semua tergantung Jokowi.
"Itu kan isu, kami tidak mau menanggapi isu yang ada, tidak bisa bicara seandainya. Yang saya jadikan patokan adalah pengajuan dari presiden Jokowi," kata Ade saat menghadiri acara buka puasa bersama di kediaman Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono di kediamannya, Jalan Cipinan Cempedak, Polonia, Jakarta Timur, Minggu (12/6/2016).
Ade menjelaskan prosedur pembahasan pergantian masa jabatan Badrodin akan dirapatkan bersama pimpinan anggota dewan di parlemen. Nantinya hasil rapat tersebut akan di sampaikan ke semua fraksi di DPR
"Menyangkut aturan yang menyangkut soal itu (masa jabatan Badrodin) pada saatnya DPR, tentu fraksi akan bicara kita akan rapat konsultasi dengan pimpinan dewan, setelah itu baru kita sampaikan secara resmi kesimpulan rapat antar fraksi menyangkut UU yang mengatur itu," kata Ade.
Akom sapaan akrab Ade Komarudin mengaku masih menunggu keputusan Jokowi terkait masa jabatan Badrodin yang akan habis pada Juni 2016 mendatang.
"Jadi jika nanti presiden sudah mengajukan baru DPR akan proses segera sesuai dengan waktu yang diperlukan," katanya.
Politikus Partai Golkar itu tidak menampik jika waktu untuk membahas pergantian orang nomer satu di Korps Bhayangkara tersebut sangat singkat.
"Waktunya memang sangat dekat jadi kita tunggu dari Presiden Jokowi, yang diajukan siapa, setelah itu pasti kita langsung memproses di DPR," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
KPK Soroti Dugaan Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga 'Tradisi' dari Era Suami ke Istri
-
Sudah Mundur dari Jampidsus, Kapan Febrie Adriansyah Diperiksa? Begini Jawaban Polda Metro
-
Barbuk Emas dan Uang Punya Siapa? Hensa Desak Transparansi Kasus Usai Jampidsus Febrie Mundur
-
Usai Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
-
Jawa Tengah Darurat Korupsi? 4 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Waktu Singkat
-
KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar
-
Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu
-
Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi