Suara.com - Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi menggelarkan pertemuan pada Senin (13/6/2016) malam untuk membahas urusan ekonomi blok itu dan referendum "Brexit" yang akan dilakukan Inggris pekan depan.
Juru bicara di Komisi eksekutif Uni Eropa (EU) Mina Andreeva mengatakan, kedua presiden lembaga tersebut membahas secara mendalam serikat moneter Uni Eropa. Referendum tentang keanggotaan Inggris di Uni Eropa sebagai salah satu topik utama.
"Agenda yang dibahas adalah "perkembangan-perkembangan lain yang kita mungkin akan lihat dalam beberapa minggu mendatang," terang Andreeva kepada pers sebagaimana dikutip Xinhua.
Kepala-kepala lembaga Uni Eropa telah sering bertemu dalam beberapa pekan terakhir untuk menilai kemungkinan hasil dari referendum Inggris. Pada pertemuan Senin, Juncker dan Draghi membahas kemungkin dampak ekonomi, media melaporkan.
Uni Eropa bertujuan untuk menyelesaikan Uni Ekonomi dan Moneter Uni (EMU)-nya paling lambat pada 2025. EMU merupakan langkah besar dalam integrasi ekonomi blok, yang melibatkan koordinasi kebijakan ekonomi dan fiskal, kebijakan moneter umum dan mata uang tunggal.
Para ahli memperingatkan ekonomi blok itu berada dalam ketidakpastian besar menjelang referendum Inggris pada 23 Juni, ketika Inggris akan memilih apakah akan meninggalkan atau tetap tinggal di Uni Eropa yang beranggotakan 23 negara.
Sementara, Perdana Menteri Irlandia Enda Kenny mengatakan pada Senin, "Brexit" akan menciptakan ketidakstabilan dan ketidakpastian, serta kemungkinan kembalinya pos pemeriksaan perbatasan antara Inggris dan Republik Irlandia.
"Stabilitas dan kepastian benar-benar penting untuk keberhasilan perekonomian terbuka kecil," kata Kenny dalam pidatonya di Ulster University, Belfast, mengacu pada bagaimana ini akan mempengaruhi hubungan antara Irlandia Utara - bagian dari Inggris - dan Repbulik Irlandia.
Ia menambahkan, kelanjutan kanggotaan Inggris di Uni Eropa (EU) menawarkan stabilitas dan kepastian. Kenny mengatakan puluhan ribu orang melintasi perbatasan antara kedua negara setiap hari untuk bekerja, melakukan bisnis, dan melihat keluarga dan teman-teman mereka.
"Sulit untuk membayangkan hidup tanpa aliran bebas ini," kata dia.
Menurutnya, pembentukan kembali pos pemeriksaan bea cukai di perbatasan, atau setiap pengaturan kepabeanan, akan menjadi langkah disesalkan dan mundur untuk kerja sama dan perdagangan utara-selatan.
Kenny menekankan dukungan kuat pemerintah untuk pilihan tetap di Uni Eropa. (Antara)
Berita Terkait
-
IEU-CEPA Disepakati, Uni Eropa Lirik Industri F&B hingga Energi Terbarukan Indonesia
-
Uni Eropa Gagal Sepakati Target Iklim 2035, Hanya Bawa Pernyataan Niat ke PBB
-
Rencana Kontroversial Eropa: 'Beli Kuota Dosa' untuk Penuhi Target Iklim? Masa Depan Bumi Terancam!
-
BYD Ekspor Mobil Listrik dari Thailand, Hindari Tarif Tinggi Uni Eropa
-
Menko Airlangga Blak-blakan WTO Dukung RI dalam Sengketa Biodiesel dengan Uni Eropa
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter