Bareskrim Mabes Polri telah mengamankan tiga dokter yang diduga terlibat kasus vaksin palsu. Salah satunya Dokter berinisial I, merupakan salah satu Dokter di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur.
Kuasa Hukum Fahmi M. Rajab mengatakan pihaknya mengatakan bukan hanya Dokter I saja yang menggunakan vaksin palsu tersebut di RS Harapan Bunda. Menurutnya diduga ada keterlibatan dokter lainnya.
"Ya hampir semua karena sales kan ketemu dokter. Ada juga yang gunakan, cuma masalahnya kenapa dokter I,"kata Fahmi di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin ,(18/7/2016).
Fahmi menambahkan, proses penyidikan ia serahkan semuanya kepada Peyidik Bareskrim Polri. Menurutnya untuk keterlibatan dokter lain dilihat dari perkembangan pemeriksaan lanjut kliennya tersebut.
"Kita, lihat nanti perkembangannya. Kita juga akan koordinasi juga dengan pihak terkait (Rs. Harapan Bunda,). Barang barang itu ke mana saja, nggak mungkin ke satu orang," ujar Fahmi.
"Gak mungkin hanya dipasok ke satu dokter aja, pasti juga ke dokter lain. Dari satu pabrik, yang dipakai hanya dokter I. Logikanya seperti itu, pasti ada dokter lain yang gunakan," tambah Fahmi.
Sementara itu Dokter I sudah menjadi Dokter anak sudah hampir 20 sampai 30 tahun. Menurut Fahmi, ini semua terjadi karena adanya kelalaian dari Manajemen Rumah Sakit harapan Bunda.
"Pengawasannya kurang di Rumah Sakit tersebut,"ujar Fahmi.
Sebelumnya, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menetapkan tiga dokter sebagai tersangka atas kasus dugaan pemalsuan vaksin. Mereka adalah dokter AR, H, dan I.
Total tersangka atas kasus ini berjumlah menjadi 23 orang. 23 tersangka itu terdiri dari enam produsen, sembilan distributor, dua pengumpul botol bekas, satu pemalsu label, dua bidan, dan tiga dokter.
"Kami sudah tetapkan 23 tersangka. Ada penambahan kemarin 3. Terdiri dari beberapa peran," kata Agung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/7/2016).
Berita Terkait
-
Ibu Duga Anaknya Divaksin Palsu, Tapi Dokter Bilang Alergi Susu
-
Ahok Minta Masyarakat Tak Resah Soal Peredaran Vaksin Palsu
-
IDI Desak Bareskrim Tangkap Aktor Dibalik Drama Vaksin Palsu
-
Vaksin Palsu, IDI Tuding Ada Upaya Menyudutkan Profesi Dokter
-
Tak Tahu Vaksinnya Abal-abal, Dokter I Imunisasi Anak dan Cucunya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?
-
Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung
-
Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik
-
7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah
-
Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!
-
Sinyal Positif: Realisasi Pajak Lampung Meroket 25 Persen di Semester I
-
Tak Hanya Soal Usia, Ini Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak