Suara.com - Polisi menetapkan Umi Delima, istri kedua pemimpin kelompok Mujahidin Indonesia Timur, Abu Wardah alias Santoso, sebagai tersangka. Umi Delima ditangkap tim satuan tugas Operasi Tinombala dua pekan lalu di daerah Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah.
"Mulai ditahan sejak ditetapkan sebagai tersangka tanggal 30 Juli 2016," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/8/2016).
Umi Delima diduga terlibat dengan kelompok Santoso sejak Januari 2015. Dia diduga mengetahui banyak rencana amaliah pembunuhan tiga warga sipil di Poso.
"Dia juga tahu rencana amaliah pembunuhan warga sipil di Sausu," kata Martinus.
Tak hanya itu, perempuan asal Nusa Tenggara Barat tersebut juga diyakini terlibat dalam aksi kontak tembak dengan Tim Satgas Operasi Tinombala di Camp Tasrib pada 17 Agustus 2015.
Selama ini, Umi Delima mendapatkan pelatihan tadrib, menembak, dan melempar bom.
"Saat itu di Tompo Napu. Waku meninggal ya Dodo alias Fonda. Serta ikut menyembunyikan senjata SS 2 pegangan Santoso," kata Martinus.
Sebelum ditangkap, Nur Delima merupakan buronan kepolisian karena ikut dalam pelarian suaminya. Dalam baku tembak yang menewaskan Santoso, Nur Delima tengah bersama Santoso namun berhasil melarikan diri bersama istri dari Muhammad Basri.
Tag
Berita Terkait
-
Bobon Santoso Percaya Cerita Pelaku Pemukulan, Bro Ron Kesenggol: Bon, Yakin Mau Ikutan?
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem
-
Kemendag Siapkan Karpet Merah Regulasi KBLI 2025, Busan: Agar Dunia Usaha Makin Adaptif!
-
Miskinkan Bandar Ko Erwin, Bareskrim Bidik Pasal TPPU dan Sita Aset Rumah hingga Ruko!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
-
Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh
-
Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar