News / Internasional
Sabtu, 03 September 2016 | 06:02 WIB
Lokasi ledakan bom Filipina di kota Davao di pulau Mindanao, Filipina selatan. (Reuters)

Suara.com - Korban ledakan bom di sebuah pasar malam di Filipina bertambah. Sebelumnya dilaporkan 10 orang di awal kejadian, sekarang jadi 12 orang korban tewas.

Jumat (2/9/2015) ledakan terjadi di kota Davao di pulau Mindanao, Filipina selatan, di kota Presiden Filipina Rodrigo Duterte tinggal. Sebanyak 30 lebih orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Korban terakhir meninggal di rumah sakit.

"Kami sedang mengadakan pertemuan dan kami mendengar ledakan yang sangat besar. Hal pertama yang kami pikir adalah itu bom," kata kata seorang saksi mata John Rhyl Sialmo III.

Kawasan ledakan merupakan kawasan panti pijat. Saat ledakan banyak perempuan yang berlarian dan mencari bantuan. Mereka yang lari bersimbah darah.

Juru Bicara presiden Ernesto Abella, berbicara kepada CNN Filipina, menegaskan ledakan itu tidak terprediksi.

Kepala Kepolisian daerah Davao, Manuel Guerlan mengatakan sampai saat ini motif ledakan belum terungkap.

"Kami menyerukan kepada semua orang untuk waspada setiap saat," kata dia. (Reuters)

Load More