Suara.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak mendapatkan pengaduan kasus tiga anak perempuan asal Jakarta berinisial R (16), SZ (18), DA (12) yang dipekerjakan tanpa adanya izin orangtua di kafe daerah Pasaman, Padang, Sumatera Barat, Selasa (6/9/2016).
Di kantor Komnas PA, Jalan T. B. Simatupang, Jakarta Timur, Mundari (48) yang merupakan orangtua anak berinisial R menceritakan kronologis kasus. R, katanya, hilang pada Rabu (24/8/2016).
Sebelum hilang, R bermain bersama teman-teman, di antaranya DA, di depan pekarangan rumah.
"Di rumah temannya juga nggak ada, akhirnya saya lapor ke Polsek Pancoran. Ternyata tidak ditindaklanjuti. Akhirnya, lapor ke Polda Metro Jaya," kata Mundari, warga Pancoran, Jakarta Selatan.
Empat hari kemudian, Mundari baru mendapat kabar ternyata R berada di Pasaman. Ketika itu, R mengabari melalui ponsel teman. R menelepon kakaknya.
"Kakaknya dapat kabar, katanya ada di Padang. Katanya ada yang mengajak anak saya bersama temannya untuk kerja selama dua hari, ternyata di sana disuruh kerja dengan paksaan. Anak saya diiming-imingi pulang membawa uang banyak," kata Mundari.
Selanjutnya, keluarga didampingi polisi, Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Barat, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia mendatangi kafe pada (30/8/2016). Di sana ditemukan tiga anak.
Ketua Komnas PA Aries Merdeka Sirait menilai kasus tersebut termasuk perdagangan anak.
"Ini bentuk perdagangan anak yang melibatkan jaringan prostitusi anak di Jakarta, Bali, Lombok, Sumbar, Lampung, dan Batam," kata Sirait.
Berita Terkait
-
KPAI Ungkap Modus Baru Perdagangan Anak: Jasa Keuangan hingga Adopsi Lintas Negara
-
Terjebak Sindikat, Bagaimana Suku Anak Dalam Jadi Korban di Kasus Penculikan Bilqis?
-
Misteri Penculikan Bilqis: Pengacara Duga Suku Anak Dalam Hanya 'Kambing Hitam' Sindikat Besar
-
Penculikan Bilqis: Anggota DPR Ungkap Dugaan Sindikat Perdagangan Anak Terorganisir!
-
KPAI: Pencegahan Perdagangan Anak Harus Masuk dalam Revisi KUHAP
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
Operasi Pekat Jaya Sepekan, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku Tawuran, 56 Sajam Disita
-
Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK
-
Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu
-
Saat 16 Ormas Sepakat RI Gabung BoP, Israel Masih Terus Serang Palestina
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Kapolres Ngada Ungkap Kematian Bocah 10 Tahun di NTT Bukan Akibat Ingin Dibelikan Buku dan Pena
-
Pramono Optimis Transjabodetabek Rute Soetta Bakal Diserbu: Bayar Rp3.500, Siapa yang Nggak Mau?