Suara.com - Mantan Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution didakwa menerima uang dari Presiden Komisaris Lippo Group, Eddy Sandoro. Edy mengaku diarahkan untuk meminta uang senilai Rp3 miliar kepada Lippo Group oleh Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi.
Uang tersebut berkaitan dengan perkara yang dihadapi oleh Lippo Group terkait adanya eksekusi lanjutan atas tanah yang telah dikuasai PT. Jakarta Baru Cosmopolitan sebagai anak perusahaan Lippo Group dengan ahli waris Tan Hok Tjioe melalui Supramono selaku kuasa hukumnya. Karenanya Edy Nasution diminta membatalkan permohonan eksekusi lanjutan tersebut dan menolak permohonan Tan Hok Tjioe
Oleh karena beberapa waktu belum ditindaklanjuti oleh Edy, selanjutnya Wresti Kristian Hesti Susetyowati selaku staf bidang hukum Lippo Group, melaporkan kepada Eddy Sindoro dan meminta untuk membuat memo surat yang ditujukan kepada promotor yaitu Nurhadi selaku sekretaris MA untuk membantu pengurusannya.
"Setelah itu terdakwa menghubungi Wresti Kristian Hesti Susetyowati dan menyampaikan bahwa dalam rangka pengurusan penolakan atas permohonan eksekusi lanjutan, atas arahan Nurhadi agar disediakan uang sebesar Rp3 Miliar," kata Ketua Jaksa Penuntut Umum, Fitroh Rochcahyanto saat membacakan surat dakwaan terhadap Edy Nasution di gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016).
Namun, setelah mendengar permintaan dari Nurhadi melalui Wresti, Eddy Sindoro mengatakan hanya menyanggupi Rp1 miliar. Dan atas jawaban tersebut, Wresti pun menyampaikannya kepada Edy Nasution. Dan itu terjadi pada tanggal 13 Agustus Tahun 2015.
"Namun, terdakwa melalui telepon menyampaikan bahwa sesuai arahan Nurhadi yang sering disebut WU, uang tersebut akan digunakan untuk event tennis seluruh Indonesia yang pada akhirnya terdakwa menurunkan permintaan uang tersebut menjadi sebesar Rp2 miliar," kata Jaksa.
Hal itu pun langsung disampaikan oleh Wresti kepada Eddy Sindoro melalui BBM. Terhadap permintaan itu, Eddy pun menerimanya.
"Terhadap permintaan uang oleh terdakwa tersebut, akhirnya Eddy Sindoro hanya menyanggupinya akan memberikan uang sebesar Rp1,5 miliar dan meminta Wresti Kristian Hesti Susetyowati untuk menyampaikan kepada terdakwa," kata Jaksa.
Kemudian, Wresti pun menemui terdakwa terkait hanya diterima Rp1,5 miliar oleh Eddy. Dan akhirnya disetujui oleh terdakwa atas arahan Nurhadi, namun diminta dalam pecahan Dolar Singapura.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG