News / Internasional
Jum'at, 09 September 2016 | 06:03 WIB
Ilustrasi bom mobil. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan negaranya telah menangkap 3 perempuan yang dicurigai akan meledakan bom di dekat Gereja Notre Dame. Usia 3 perempuan itu berbeda-beda.

Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve menjelaskan ketiga perempuan itu masing-masing berusia 39, 23 dan 19 tahu. Ketiganya disebut dari kelompok radikal.

"Ketiga perempuan itu berusia 39, 23 dan 19 tahun. Mereka radikal dan fanatik, dan kemungkinan besar ingin mempersiapkan tindakan kekerasan," kata Cazeneuve.

Dia menjelaskan satu dari 3 perempuan itu menusuk seorang polisi. Lalu dia ditembak dan terluka.

Penangkapan ketiga perempuan itu berawal dari kecurigaan polisi dengan sebuah mobil Peugeot 607 yang terparkir di halaman gereja. Mobil itu berisi 7 tabung gas da 3 jerigen solar.

Hanya saja dalam bol tersebut tidak ditemukan detonator untuk meledakan. Namun polisi tetap yakin jika mobil itu sebagai sarana untuk melakukan aksi teror.

Penangkapan mereka dilakukan Kamis malam waktu Paris atau Jumat dinihari waktu Indonesia. Penangkapan berlangsung di Boussy-Saint-Antoine, sekitar 30 km (20 mil) selatan-timur Paris.

Dokumen dengan tulisan dalam bahasa Arab juga ditemukan di dalam mobil yang tidak memiliki plat nomor. Mobil ditinggalkan dengan lampu hazard yang berkedip. (Reuters)

Load More