News / Metropolitan
Jum'at, 09 September 2016 | 12:03 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani sidang lanjutan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (31/8). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Sekitar dua puluh orang yang menamakan Komunitas Masyarakat Tambora demonstrasi untuk menolak kedatangan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama datang ke Pasar Kampung Duri di Jalan Duri Raya, RT 1, RW 3, Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, sekitar jam 08.00 WIB.

Meski didemo, Ahok tetap datang untuk meresmikan pasar. Kawasan sekitar lokasi acara dijaga ketat oleh belasan anggota petugas polisi bersenjata lengkap. Proses peresmian berlangsung lancar.

Menariknya, lokasi demonstrasi hanya berjarak sekitar 300 meter dari pasar yang diresmikan Ahok.

Selain berorasi, demonstran juga membawa spanduk-spanduk yang berisi tulisan: Gubernur Arogan, ke Laut Aje, Tambora Satu Suara Tolak Ahok, dan Kami Menolak Gubernur Dzalim.

Usai meresmikan pasar, Ahok mengatakan tidak heran dengan munculnya demonstrasi untuk menolaknya. Ini bukan kali pertama Ahok didemo saat meresmikan program.

"Pasti selalu begitu. Ini ancaman pengecut supaya tidak bisa datang resmikan mana-mana," kata Ahok.

Bagi Ahok, aksi semacam itu tidak perlu ditanggapi secara serius. Ahok menganggap mereka hanya orang-orang suruhan.

"Tadi ngomong besar Ahok takut. Kalau otaknya, di belakangnya yang ngomong masa saya urusin preman bawah? Inteleknya (pemimpinnya) dong kalau mau tanding sama saya," kata Ahok.

Load More