Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat merasa tak takut jika masyarakat Jakarta tidak memilihnya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta periode 2017-2022. Pernyataan Djarot terkait penertiban rumah-rumah di bantaran Sungai Ciliwung, di Kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2016) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Oh, saya lebih takut Jakarta tidak bisa mengatasi banjir hebat. Saya lebih takut misalkan dampaknya nanti akan banyak rumah terendam dan proyek-proyek pemerintah yang strategis tidak bisa terlaksana," ujar Djarot di Balai Kota, Jakarta, Rabu (28/9/2016).
Menurutnya, yang paling terpenting tujuan penertiban rumah di bantaran Sungai Ciliwung di Bukit Duri adalah keselamatan warga Jakarta dari banjir, bukan soal pencitraan dengan Pilgub 2017.
"Saya lebih takut itu, daripada sekedar untuk pencitraan ya untuk tidak menggusur berapa bidang tanah itu. Yang lebih kita pentingkan keselamatan masyarakat Jakarta yang lebih luas, kebaikan Jakarta termasuk yang lebih luas," terangnya.
Mantan Bupati Blitar itu pun mencontohkan Waduk Jati Gede, Sumedang yang baru diresmikan pada Agustus 2015. Kata Djarot, pembangunannya memakan waktu berpuluh-puluh tahun sejak tahun 1969 karena terkendala pembebasan lahan.
"Saya kasih contoh, paling gampang aja, paling kemarin Waduk Jati Gede yang kemarin diresmiin itu diletak batu pertama oleh Bung Karno tahun 1964-1965, baru sekarang bisa dieksekusi, karena kita berpikir ada situs ada apa, ada apa, iya enggak? Kayak begitu," imbuh Djarot.
Ia juga menceritakan bahwa saat memagari Kawasan Tugu Monas, Pemerintah Provinsi Jakarta, sempat mendapatkan penolakan dari masyarakat.
"Contoh lagi, dulu itu saya ingat betul ketika (Pemerintah) memagari Monas, itu demonya luar biasa, saya masih di Blitar, sekarang dipagari seperti itu, bagus, iya enggak?" paparnya.
Oleh karena itu, kata Djarot, Pemprov DKI Jakarta ingin memberikan keselamatan warga Jakarta dan bukan hanya sekedar pencitraan.
"Nah ini kita harus berani, justru dengan seperti ini, kita tidak terjebak pencitraan-pencitraan seperti itu. Kita keselamatan dan kebaikan Jakarta yang lebih penting, daripada sekedar kampanye," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov
-
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
-
Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil