News / Metropolitan
Senin, 10 Oktober 2016 | 10:46 WIB
Ilustrasi toleransi beragama. (Shutterstock)

Suara.com - Forum Kaum Muda Nahdlatul Ulama (NU) meminta masyarakat Ibu Kota untuk tidak mudah dipengaruhi atau tersulut oleh isu SARA jelang Pilkada serentak 2017. Mengingat dewasa ini isu SARA mulai santer berkembang di masyarakat yang dinilai dipolitisasi oleh pihak tertentu.

Terakhir pernyataan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di tengah masyarakat Kepulauan Seribu yang menyinggung surat dalam kitab suci alquran menjadi kontroversi.

"Kami mengajak masyarakat untuk menghindar dari penggunaan isu SARA, politisasi agama, serta tidak mudah mengumbar tuduhan penistaan terhadap agama dan Al-Quran dalam proses kampanye Pilkada," kata Koordinator Forum Kaum Muda Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta, Taufik Damas kepada suara.com, Senin (10/10/2016).

Maka dari itu ia mengajak semua warga untuk berpartisapasi aktif dalam Pilkada DKI Jakarta untuk menciptakan dan menjaga situasi yang damai. Menurutnya Pilkada serentak nanti harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas berdemokrasi.

"Mengajak masyarakat untuk menciptakan proses Pilkada yang jujur, adil, transparan dan damai. Kami juga mengimbau masyarakat, terutama para politisi dan tim sukses, untuk selalu ikut meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia," ujar dia.

Selain itu Taufik juga menyerukan masyarakat selalu bersikap kritis dalam menentukan pilihan calon Pemimpin Ibu Kota lima tahun ke depan.

"Mengajak masyarakat untuk besikap kritis dan obyektif dalam menentukan pilihan dalam Pilkada, dan siap menerima siapapun yang terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur di Jakarta," tutur Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta ini.

Load More