Suara.com - Penerapan hukuman mati bagi pelaku kejahatan berat masih menuai kontroversi di dunia. Hukuman mati dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia.
Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan perlu dilakukan kajian mendalam untuk membahas hukuman mati. Katanya, masing-masing pihak, baik yang pro maupun yang kontra harus didukkan untuk menemukan jalan tengah.
"Masalahnya di dalam hukum kita, di KUHP dan sebagainya, hukuman mati itu ada dan saya kira di sejumlah negara juga masih ada," kata Fadli di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2016).
"Kita harus sampai pada satu kesepakatan tentang perlu atau tidaknya hukuman mati itu, di dalam bentuk revisi terhadap undang-undang," Fadli menambahkan.
Fadli mengatakan hukuman mati bagian dari perangkat hukum yang sudah lama berlaku.
"Saya melihat ada plus minusnya. Hukuman mati itu kan sebetulnya untuk membuat orang mempunyai efek Jera terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan kejahatan yang luar biasa seperti narkoba, pembunuhan serial, atau semacam itu," kata Fadli.
Fadli sendiri berpendapat bahwa hukuman mati masih dibutuhkan di Indonesia. Namun demikian, ia tetap berharap supaya perkara tersebut dikaji kembali supaya mendapatkan suatu kesepakatan bersama.
"Menurut saya kita masih membutuhkan, namun kalau ada pemikiran baru yang berkembang seperti sekarang ini terutama di negara seperti Eropa, hukuman mati itu tidak menjadi solusi," tutur Fadli.
"Kita harus kaji secara mendalam apa betul seperti itu, ini harus ada kesepakatan atau konsensus yang ujungnya adalah di dalam perubahan undang-undang," tambahh Fadli.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan