News / Nasional
Senin, 10 Oktober 2016 | 19:57 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di acara peresmian Rumah Lembang sebagai posko pemenangan Ahok [suara.com/Nikolaus Tolen]

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto ‎mengatakan, akan ada sanksi untuk Ketua DPP Bidang Energi dan Energi Terbarukan DPP Golkar Dedy Arianto. Hal itu sesuai dengan AD/ART yang berlaku di partai berlambang beringin ini.

Dedy memilih mundur dari jabatanya karena tidak setuju Golkar mendukung calon Petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.‎

"Ada AD/ART kita, ada aturan, kalau ada yang mengundurkan diri (ada sanksinya)," kata Setya di DPR, Senin (10/10/2016).

Menurutnya, ‎perbedaan pandangan dari Dedy ini tidak akan mempengaruhi kader Golkar lainnya. "Nggak akan ada (pengaruh)," kata dia.

‎Dedy memilih mundur dari jabatannya, karena permintaan untuk mempertimbangkan dukungan kepada Ahok tidak digubris. Namun, Dedy menegaskan, dirinya masih menjadi kader Golkar.

Keputusan ini diambil karena sikap Ahok yang tidak sesuai dengan akidah agama Dedy. Apalagi, belakangan Ahok mengeluarkan pernyataan yang menyinggung persoalan SARA.

Load More