Suara.com - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta, Syafii Mupid tanggapi permintaan maaf Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena ucapannya terkait surat Al Maidah ayat 51 dianggap bikin kegaduhan. Menurutnya, permintaa maaf Ahok beda konteks dengan pelaporan dirinya yang dianggap melecehkan Al quran.
"Kaitan minta maaf itu apa? Laporan itu apa? Yang dilaporkan itukan penodaan agama, kalau permintaan maaf persoalan kesopanan. Kesopanan dengan minta maaf selesai. Kalau soal pidana ya sudah dilaporkan saja," kata Syafii di Hotel Cemara, Gondangdia, Jakarta Pusata, Kamis (13/10/2016).
Menurut dia, wajar jika ada yang melaporkan Ahok ke polisi karena pernyataannya. Ia juga tidak mempersoalkan jika ada orang yang melaporkan Ahok karena merasa dirugikan atas statemen Ahok.
"Ya iyalah (dilaporkan). Kalau ada sesuatu yang harus dilaporkan ya silahkan dilaporkan. Bahwa tidak sesuai, makanya dilaporkan," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada 27 September 2016, Ahok memberikan pengarahan kepada pengusaha budidaya ikan kerapu di Kepulaun Seribu. Dalam arahannya, Ahok sempat mengatakan bahwa warga dibohongi pakai surat Al Maidah untuk tidak memilih dirinya sebagai Gubunur periode 2017-2022.
Saat mengatakan demikian, seseorang mengabadikan momentum tersebut dalam berntul video. Kemudian seorang pengguna sosial media, facebook atas nama Buni Yani mengapload video tersebut ke akunnya. Video tersebut langsung menjadi viral di duni maya.
".... Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongi pakai surat Al Maidah ayat 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu. Jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya....," demikian penggalan kalimat yang disampaikan Ahok saat memberikan arahan kepada pengusaha budidaya ikan kerapu di Kepulauan Seribu, (27/9/2016).
Karena pernyataanya tersebut, Majelis Ulama Indonesia Pusat pun sampai mengeluarkan pendapat dan sikap keagaaman yang mengatakan Ahok telah menghina Al quran dan ulama. Ahok pun sudah meminta maaf, katanya, dia tidak bermaksud menghina Al quran dan ulama saat mengeluarkan statemen tersebut. Namun, sejumlah umat muslim masih merasa bahwa Ahok harus diproses secara hukum.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Foto Biarawati dan Ustadz Ini Jadi Bahasan 'Hangat' di Sosmed
Lima Cara Sembuhkan Ruam dan Area Hitam di Paha
Mendadak, Ayah Mirna Minta Maaf ke Pengacara Jessica
Asty Ananta Tunjukkan Foto Menikah Secara Islam
Gatot Brajamusti Tak Percaya Reza Tega Laporkan Dirinya
Didampingi Elza Syarief, Mario Teguh Ungkap Status Kiswinar
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi