Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajukan diri untuk diperiksa Bareskrim Polri terkait dugaan penistaan agama. Dia kesal surat Al Maidah ayat 51 dipolitisasi untuk menyerangnya.
Ahok banyak dilaporkan kelompok masyarakat ke polisi. Salah satunya dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto menerangkan sebelumnya Ahok minta diperiksa pukul 07.00 WIB di kantor Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016).
"Mintanya tadi pagi pukul 07.00 WIB. Kalau (kita) ngundang belum, beliau minta waktu kepada pimpinan terus tadi disampaikan ke kita minta waktu dan kita siapkan. Kapannya ya kita tunggu," ujar Agus saat dihubungi wartawan.
Agus menerangkan Ahok meminta waktu untuk memberikan klarifikasi atas ucapannya ketika itu yang dianggap telah menghina umat Islam.
Lebih lanjut, video berisikan pidato Ahok yang dianggap telah menghina agama Islam juga telah dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor). Agus menegaskan, video asli yang belum terpotong dan yang sudah terpotong dipastikan asli. Tanpa ada rekayasa editan.
"Ada potongan atau tidak ada sisip atau tidak. Sementara ngga ada (manipulasi). Ya seperti itu lah, asli hanya dipotong. Jadi kalau hukum agama mungkin kena hukum agama, kalau hukum positifnya kan belum tentu," jelas Agus.
Untuk diketahui, Ahok telah tiba di Bareskrim Polri pukul 10.20 WIB. Lelaki yang menggunakan baju batik lengan panjang itu hanya mengatakan mau mengklarifikasi dugaan penistaan agama yang telah dilaporkan berbagai kalangan.
"Saya mau klarifikasi sama polisi, kasus yang di Pulau Seribu. Yang soal surat Al Maidah," kata Ahok.
Sebelum memberikan keterangan ke Bareskri, Ahok terlebih dahulu menghadap ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ahok mengatakan bertemu Jokowi membahas serah terima jabatan pelaksana tugas gubernur DKI, Rabu (26/10/2016).
"Tadi mau permisi karena rabu sudah serah terima (dengan pejabat dari) kemendagri," ucap Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Kemensos Mulai Salurkan Santunan Korban Banjir Sumatra ke Ahli Waris, Segini Nominalnya
-
Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
-
Tercemar Pestisida, Kapolres Tangerang Kota Larang Warga Konsumsi Ikan Mati di Sungai Cisadane
-
2 Pilot Pesawat Smart Air Tewas Usai Diserang OTK di Papua, Polisi Buru Pelaku
-
Tuntutan Guru Madrasah, Wakil Ketua DPR: Prosesnya Tak Seperti Makan Cabai, Langsung Pedas
-
Sebut Trenggono Menteri Sahabat, Purbaya Jawab Soal Mandeknya Order Kapal dari Inggris
-
Dua Pilot Tewas, Polisi Terobos Medan Ekstrem Usai Pesawat Smart Air Ditembaki di Boven Digoel
-
5 Tuntutan Guru Madrasah ke DPR: Hapus Diskriminasi P3K Hingga Gaji Wajib Cair Tanggal 1
-
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jabodetabek Hari Ini, Siap-Siap Hujan Lebat dan Angin Kencang!
-
Prabowo Panggil Menteri Airlangga Hingga Purbaya ke Istana, Ada Apa?