Suara.com - Lingkaran Survei Indonesia atau LSI mencatat, sedikitnya ada empat penyebab tren penurunan elektabilitas yang dialami oleh pasangan inkumben, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI 2017 mendatang.
Menurut Peneliti Senior LSI Adjie Alfaraby, pertama adalah efek surat Al Maidah yang menjadi buah bibir masyarakat luas karena Ahok dianggap telah melakukan penistaan terhadap agama.
"Karenan kasus ini telah menyorot perhatian masyarajat di Jakarta. Ada 89,30 persen masyarakat yang mengetaui kejadian ini. Dan 73,20 persen menyatakan bahawa Ahok telah melakukan penistaan agama," kata Adjie dalam konferensi persnya di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (10/11/2016).
Kedua, lanjut Adjie, resistensi pemimpin beda agama yang semakin tinggi. Karena, bertambahnya pemilih muslim yang tidak akan memilih pemimpin yang beda agama. Saat ini, pemilih muslim yang tidak bersedia dimpimpin gubernur yang non muslim sebesar 63,4 persen.
"Angka ini mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya yang hanya 55,6 persen," katanya.
Ketiga, Masyarakat juga kecewa dengan kebijakan penggusuran yang tidak mengedepankan sikap dialogis. Padahal, gubernur pendahulunya, Joko Widodo, selalu melakukan dialogis ke warga sebelum digusur.
"Kerap marah-marah di publik ini juga menjadi sorotan masyarakat. Ternyata membuat masyarakat menjadi todak tertarik kepada Ahok," ungkapnya.
Keempat, masyarakat membutuhkan figur baru yang lebih segar dan muda. Apalagi dengan munculnya pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uni dan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Kedua pasangan itu dianggap bersih dari korupsi dan bisa memimpin Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur