Pelayanan masyarakat "Citizen service," merupakan prioritas kebijakan luar negeri Pemerintah Indonesia. Oleh sebab itu, peningkatan standar pelayanan dan perlindungan bagi WNI yang "outside the box" oleh Perwakilan RI sangat penting.
Hal itu disampaikan Dubes Dr. Rizal Sukma dihadapan Perwakilan RI di Eropa dalam acara Rapat Koordinasi seluruh pejabat Konsuler yang berada di Eropa berlangsung selama dua hari 25 dan 26 November, demikian Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI London Andalusia Tribuana Tungga Dewi di London, Inggris, Senin (28/11/2016).
Rapat Koordinasi diikuti sekitar 37 orang wakil dari 29 perwakilan Indonesia di Eropa di antaranya dari Spanyol, Portugal, Bratislava membahas upaya peningkatan pelayanan publik di bidang konsuler dan imigrasi serta perlindungan optimal bagi WNI di luar negeri.
Dubes RI untuk Inggris dan Irlandia, Dr. Rizal Sukma dan Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler (Dirjen Protkons), Kementerian Luar Negeri RI, Dubes Andri Hadi membuka Rapat Koordinasi yang menghadirkan narasumber dari Ditjen Imigrasi dan Ditjen Adminstrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM serta Direktorat Konsuler dan Perlindungan WNI&BHI, Kementerian Luar Negeri.
Rakor membahas upaya standardisasi pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian serta saling tukar pengalaman terkait penanganan kasus-kasus WNI di negara akreditasi dalam rangka meningkatkan upaya perlindungan dan kehadiran negara oleh Perwakilan RI di Eropa.
Dirjen Protkons Andri Hadi menyampaikan rapat koordinasi ini menjadi penting mengingat isu-isu konsuler yang sangat dinamis dan harapan masyarakat yang sangat tinggi terkait pelayanan oleh Perwakilan RI. "Pelayanan publik oleh Perwakilan RI harus "beyond expectation," ujar Dubes Andri Hadi. Dikatakannya pelayanan publik yang "beyond expectations" dan "outside the box" untuk tingkatkan perlindungan WNI di luar negeri adalah kunci. Hal itu merupakan komitmen dari Dubes RI dan Dirjen Protkons.
Di sela-sela Rapat Koordinasi, KBRI London juga mengadakan acara pertemuan masyarakat membahas masalah kewarganegaraan dan kebijakan perlindungan WNI yang dihadiri sekitar 60 orang masyarakat dan Diaspora Indonesia dari berbagai organisasi kemasyarakatan di Inggris.(Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia