Suara.com - Prestasi gemilang kembali diraih tim pencak silat Indonesia di kancah Internasional. Berlaga di Kejuaraan Dunia Pencak Silat XVII, tim silat Indonesia berhasil mempertahankan gelar juara bertahan seperti tahun lalu di Thailand.
Jika di Phuket, Thailand, Indonesia berhasil mengantongi sembilan medali emas, tahun ini tim asuhan pelatih kepala Rony Syaifullah berhasil mengantongi 12 medali emas. Jauh melebihi perolehan tahun lalu.
"Memang sesuai target, kita menargetkan lebih dari yang sebelumnya, sembilan emas. Dengan 12 emas ini sesuai target dari pelatih, dari kita semua," kata Rony.
Namun menurut lelaki pendiam itu, anak-anak asuhnya tersebut sebenarnya bisa memperoleh lebih dari 12 medali emas. Namun, akibat taktik dan strategi yang kurang berjalan dengan baik, sejumlah pesilatnya tumbang di final.
"Secara performa anak-anak sudah menampilkan yang terbaik. Seharusnya bisa lebih dari 12, tapi karena ada taktik strategi yang berjalan kurang baik. Tapi 12 emas patut kita syukuri, karena ini yang terbaik bagi kita," tambahnya.
Sukses di kejuaraan dunia, Rony kini akan mempersiapkan timnya menuju SEA Games dan Asian Games. Dirinya berharap, untuk dua even tersebut, dirinya akan memiliki lebih banyak waktu untuk memperiapkan tim. Karena ternyata, di kejuaraan dunia ini dirinya hanya punya waktu sebulan untuk mempersiapkan diri.
"Secara fisik dan teknik, masih dikisaran 90 persen. Karena kebetulan saat persiapan ada even PON, Seleknas, jadi agak terganggu persiapannya. Dengan persiapan sebulan menuju kejuaraan dunia ini, kita kurang bisa optimal dalam hal persiapan," ujar Rony.
"Kami berharap, untuk SEA Games dan Asian Games bisa lebih dari ini penampilan anak-anak," ujarnya lagi.
Tag
Berita Terkait
-
Janji Manis Erick Thohir Usai Pencak Silat Sumbang 4 Emas SEA Games 2025
-
Hasil SEA Games 2025: Pencak Silat Tambah Dua Medali Emas di Hari Terakhir
-
Ricuh SEA Games 2025: Atlet Pencak Silat Malaysia Kejar dan Serang Wasit
-
Tapak Suci SMK Skill Village Islamic School Sabet Prestasi di Banten Pencak Silat Competition 2025
-
PON Bela Diri Kudus 2025 Rampung, DKI Jakarta Kunci Juara Umum
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan