Suara.com - Pihak kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas, terkait adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan dua kelompok massa berbeda di sidang lanjutan kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakar Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi akan menggunakan satu lajur bagi pengendara yang ingin melintas di depan Auditorium Kementan.
"Arus lalu lintas kita melihat situasi di jalan, saat ini ramai lancar, ada 3 lajur di depan Kementerian ini sementara kita gunakan satu lajur, satu lajur lainnya bisa digunakan masyarakat," kata Argo di Auditorium Kementan, Selasa (3/1/2017).
Menurutnya, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menerapkan rekayasa lalin supaya pengendara bisa menggunakan jalur bus TransJakarta untuk melintas. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan terkait adanya aksi unjuk rasa di sidang Ahok.
"Karena penambahan arus nanti kita akan menggunakan jalur Busway. Kita sudah koordinasi dengan Dishub provinsi, nanti Busway kita arahkan," terang dia.
Lebih lanjut, Mantan Kabid Polda Jawa Timut itu mengatakan, kemungkinan nantinya kepolisian akan menutup jalan yang menuju Auditorium Kementan apabila ada penumpukan kendaraan di kawasan tersebut.
"Nanti, kita lihat melihat dinamika perkembangan di masyarakat, kalau misal nanti pengguna jalan penuh kita akan gunakan pengalihan maupun buka tutup," kata dia.
Menurut pantuan suara.com, massa pro dan anti Ahok telah berdatangan untuk melakukan demonstrasi di depan Auditorium Kementan sejak tadi pagi. Sebanyak 2.500 personel gabungan juga sudah disiagakan untuk mengamankan aksi tersebut selama persidangan Ahok.
Rencananya, sidang yang akan dipimpin ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto digelar pada pukul 09.00 WIB. Agenda sidang keempat ini adalah pemeriksaan saksi-saksi dari jaksa penuntut umum.
Baca Juga: Istri Ketiga yang Jadi Model Muncul di Tahlilan Hari Ketujuh Dodi
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi
-
KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina